BERITAJOGJA.NET

NASIONAL

Ads

SEPUTAR JOGJA

INTERNASIONAL

KRIMINAL

KESEHATAN

Jumat, 22 Februari 2019

Konsumsi Buah Tomat Bisa Meningkatkan Jumlah Sperma


BERITAJOGJA.NET ■ Tak hanya enak dijadikan pelengkap masakan, buah tomat juga memiliki manfaat bagi kesuburan lelaki.

Dikutip dari Popular-world.com, studi menunjukkan senyawa kunci dalam buah tomat mampu meningkatkan jumlah sperma. Tak tanggung-tanggung, jumlah sperma lelaki bisa meningkat hingga 70 persen jika rutin makan buah tomat.

Menurut peneliti, manfaat ini didapat karena khasiat kandungan lycopene yang ada di dalam tomat. Diketahui, lycopene merupakan kandungan yang selama ini dipercaya juga baik untuk kesehatan kulit.

"Ada anggapan bahwa infertilitas adalah masalah perempuan karena perempuan adalah orang-orang yang memiliki bayi. Padaha; separuh kasus infertilitas terjadi karena ada masalah dengan fungsi atau kualitas sperma,” kata Karen Veness, juru bicara Infertility Network Inggris.

Lebih lanjut, studi ini juga menemukan bahwa lycopene tidak hanya meningkatkan jumlah sperma, namun juga kualitas sperma secara keseluruhan. Peningkatan juga terlihat pada kecepatan sperma berenang dan pengurangan jumlah sperma abnormal.

Ashok Agarwal, peneliti sekaligus direktur Pusat Klinik Pengobatan Reproduksi dari Cleveland Clinic, menyebut akan melakukan penelitian tentang manfaat lycopene lebih lanjut, dengan memberikan suplemen kepada lelaki pengidap infertilitas.

"Ada kebutuhan untuk percobaan yang lebih besar untuk menganalisis efek lycopene pada infertilitas pria, dan studi harus menentukan kelompok pasien mana yang akan memperoleh manfaat terbesar dari terapi,” katanya.

Tak hanya soal kesehatan seksual, studi lainnya juga menemukan doyan mengonsumsi tomat memiliki manfaat lain, seperti risiko lebih rendah terserang kanker prostat, paru-paru, dan perut.

Doyan makan tomat juga disebut bisa mengurangi risiko penyakit jantung, membantu menurunkan kolesterol, hingga menjaga kesehatan DNA.

Nah, tunggu apa lagi! Lelaki, mulai lebih banyak makan buah tomat dari sekarang ya! (Antara)

Bersama Warga, Prajurit Kostrad Gotong Royong Perbaiki Rumah Roboh di Mojolaban


BERITAJOGJA.NET ■ Prajurit Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad melaksanakan karya bakti bersama warga memperbaiki dan membersihkan reruntuhan bangunan rumah yang roboh di Desa Gadingan, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Hujan lebat yang disertai angin kencang pada minggu malam mengakibatkan rumah roboh milik Nurdin salah satu masyarakat dusun Badran RT. 003 RW. 004 Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

Keesokan harinya, prajurit Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad bersama warga bahu membahu untuk membersihkan dan memperbaiki reruntuhan rumah yang roboh tersebut.

Danyonif Mekanis Raider 413 Bremoro Kostrad Mayor Inf Fikky Nur Kuncoro Jati menyampaikan, “Kegiatan karya bakti dengan masyarakat merupakan bentuk pengabdian kami sebagai prajurit TNI yang lahir dari masyarakat dan kami sangat mengharapkan kerjasamanya bersama-sama melakukan penanganan bencana rumah roboh dengan baik dan maksimal," terangnya.

Bapak Nurdin mengucapkan banyak  terima kasih kepada semua pihak terutama dari Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad yang telah membantu melakukan karya bakti bersama warga memperbaiki rumah.

“Syukur alhamdulillah, dari bapak-bapak TNI dengan dibantu warga, rumah saya diperbaiki akibat hujan lebat kemarin. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, terima kasih pak TNI," ujar Nurdin sambil terharu.

■ Rasyid / Penkostrad

Sambut Hut Kostrad, Yonif Raider 515 Kostrad Gelar Turnamen Sepak Bola Antar Kompi di Jember


BERITAJOGJA.NET ■ Dalam rangka memyambut HUT Kostrad ke-58,Yonif Raider 515 Kostrad menggelar pertandingan sepakbola lomba antar Kompi di lapangan sepakbola Sudirman Markas Yonif Mekanis Raider 515 Kostrad, Tanggul, hari ini.

Kegiatan pertandingan sepakbola antar kompi diselenggarakan mulai hari Senin tanggal 18 sampai dengan Jum'at 22  Februari 2019. Pertandingan Sepak bola antar kompi dalam rangka HUT Kostrad ke 58 berlangsung sangat meriah, dalam pertandingan tersebut lebih diutamakan sportifitas, kekompakan dan kebersamaan antara prajurit Yonif Raider 515 Kostrad.

Pertandingan sepak bola diikuti seluruh kompi Yonif Raider 515 Kostrad dan pertandingan pertama mempertemukan Kompi Senapan Beruang melawan Kompi Markas, kick off ditandai dengan tendangan pertama oleh Komandan Kompi B Kapten Inf Ranji Sasmita.

Kapten Inf Ranji Sasmita mengatakan dalam pertandingan Sepak bola kali ini kita harus sportif  Kalah atau menang dalam setiap pertandingan suatu hal biasa, yang terpenting adalah menjaga kebersamaan dan menjadikan kegiatan tersebut lebih meriah sebagai kontribusi terhadap satuan pungkas Danki B.

Pertandingan sepakbola antar kompi dilaksanakan bertujuan untuk menyambut dan memeriahkan HUT ke 58  Kostrad dan meningkatkan jiwa sportifitas pemain, menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan prajurit Yonif Raider 515 Kostrad selain itu juga untuk menjaring atau mencari bibit pemain yang potensial untuk disiapkan sebagai atlet-atlet Kostrad dan dikembangkan menjadi atlet profesional.

■ Rasyid / Penkostrad

Lagi, Warga Keerom Papua Serahkan Senjata Kepada Satgas Yonif PR 328 Kostrad


BERITAJOGJA.NET ■ Melalui pendekatan dengan hati yang dilakukan oleh personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328 Kostrad Pos Kout Km 31 berhasil menyadarkan seorang warga Keerom berinitial AT untuk menyerahkan satu pucuk senjata Air Softgun Kal. 8 mm, pada Selasa (19/02)

Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif Para Raider 328 Kostrad, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) mengatakan bahwa penyerahan senjata Air Softgun tersebut berawal dari pemberian bantuan sarana pendidikan kepada anak  AT. “Pemberian bantuan pendidikan berupa tas, alat tulis dan buku pelajaran dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar anak dari AT,” ujar Dansatgas.

“Jadi Sdr. AT mengunjungi Pos Kout Km 31 dengan membawa daging rusa yang diterima oleh Serka Suharto. Setelah ditanya darimana mendapatkan daging rusa tersebut dijawab oleh AT bahwa dia memiliki senjata Air Softgun yang digunakan untuk berburu rusa dan melindungi keluarganya apabila terjadi konflik,” sambung Mayor Inf Erwin.

Keesokan harinya, Letda Inf Eka Deny berkunjung ke rumah AT untuk memberikan pengertian dan penjelasan bahwa masyarakat sipil tidak boleh memiliki senjata ilegal sehingga AT mau menyerahkan senjata Air Softgun tersebut kepada Personel Satgas.

“Dalam Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal, dijelaskan bahwa barang siapa yang menyalahgunakan senjata api dapat dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun,” jelasnya.

■ Rasyid / Penkostrad

Kamis, 21 Februari 2019

TNI Perlu Sikapi Ancaman Siber Terhadap Integritas NKRI


BERITAJOGJA.NET ■ Tentara Nasional Indonesia (TNI) perlu bergerak cepat dan bersinergi, untuk mampu menyikapi dinamika perubahan lingkungan strategis yang sedemikian cepat dan sulit diprediksi, dan tentunya agar tidak terdadak dengan hadirnya berbagai bentuk ancaman siber terhadap integritas NKRI.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Mayjen TNI Joni Supriyanto pada saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Komunikasi dan Elektronika (Rakorkomlek) TNI Tahun 2019 yang diikuti 121 peserta, bertempat di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Kamis (21/2/2019).

Kasum TNI mengatakan bahwa Rakor Komlek TNI 2019, dengan tema “Meningkatkan Kemampuan Komlek TNI dengan Berpedoman pada Prioritas Kebijakan dan Penekanan Panglima TNI Guna Mendukung Tugas Pokok”.  Tema ini saya anggap sangat tepat karena fenomena global yang berdampak pada munculnya ancaman kontemporer dengan teknologi yang semakin canggih, menjadi semakin sulit diprediksi untuk dihadapi berbagai negara di dunia termasuk Indonesia.

Lebih lanjut dikatakan bahwa keberlanjutan TNI dalam mentransformasikan diri menjadi suatu organisasi yang profesional, modern, tangguh, berjiwa kesatria, militan, loyal dan manunggal dengan rakyat, diimbangi dengan kemajuan dan modernisasi Komlek TNI.  “Itu semua harus diwujudkan bersama secara berkesinambungan dan konsisten pada setiap generasi TNI”, ucapnya.

Menurut Mayjen TNI Joni Supriyanto, beberapa pemikiran strategis di bidang Komlek TNI perlu dikembangkan ke depan dalam membangun sistem Interoperabilitas Komando dan Pengendalian TNI dalam rangka mendukung Network Centric Warfare dan C4ISR.  “Hal ini menuntut adanya keterlibatan dan peran serta beberapa Kementerian, Lembaga dan Industri Strategis Nasional”, ujarnya.

Di sisi lain, Kasum TNI mengatakan bahwa keberadaan Komlek TNI sebagai ujung tombak mata telinga TNI yang mampu menjangkau seluruh penjuru tanah air, ke depan masih perlu merumuskan kembali formulasi yang efektif tentang penggelaran Komlek TNI yang bercirikan kekhasan geografis NKRI, sehingga mampu menjawab tuntutan dan tantangan tugas TNI ke depan.

Ditambahkan pula bahwa Komlek TNI merupakan bagian penting dan strategis harus mampu mengimbangi dinamika ancaman yang berubah dengan cepat. “Komlek TNI tidak boleh bekerja sendiri dan harus bersifat multidimensional, sehingga dibutuhkan interoperabilitas Komlek TNI yang terintegrasi dan tergelar di seluruh wilayah NKRI guna mendukung efektivitas pencapaian tugas pokok TNI baik Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Milier Selain Perang (OMSP)”, terangnya.

Kasum TNI Mayjen TNI Joni Supriyanto juga meyakini bahwa perubahan paradigma akan terjadi seiring dengan kemajuan teknologi, komunikasi, informasi, elektronika dan informatika sedemikian pesat yang akan berpengaruh juga terhadap teknologi militer dan doktrin pertempuran.

“Fenomena tersebut mendorong hadirnya ancaman kontemporer yang berupa ancaman asimetris, siber, biologi, dan kesenjangan sosial yang harus kita waspadai bersama”, katanya.

■ Rasyid / Puspen TNI

Dharma Pertiwi Dukung Gerakan Peduli Sampah Nasional



BERITAJOGJA.NET ■ Dharma Pertiwi ikut serta melaksanakan Gerakan Peduli Sampah Nasional, salah satunya dengan melakukan peninjauan ke Tempat Pengolahan Sampah di Komplek Trikora Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto didampingi Ketum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Hetty Andika Perkasa, Ketum PIA Ardya Garini Ny. Ayu Yuyu Sutisna di hadapan awak media mengatakan bahwa Dharma Pertiwi baik di pusat dan daerah secara serentak mendukung Gerakan Peduli Sampah Nasional.  “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai rangkaian memperingati HUT ke-55 tahun 2019”, ucapnya.

Menurut Ny. Nanny Hadi Tjahjanto, sampah bukanlah sekedar limbah. Dengan pengolahan yang baik, sampah dapat menjadi barang yang bernilai jual tinggi. “Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari mendaur ulang sampah, tentu saja salah satunya akan mengurangi volume sampah”, katanya.

“Marilah kita memulai untuk mengurangi sampah dari diri kita sendiri, dari hal yang kecil. Sehingga terciptalah bumi yang sehat tanpa sampah”, ajaknya.

Ketum Dharma Pertiwi juga mengatakan bahwa anggota Dharma Pertiwi ikut serta melaksanakan bersih-bersih dengan mendaur ulang sampah menjadi produk ramah lingkungan, seperti pupuk kompos yang dapat digunakan dalam lingkungan”, ujarnya.

“Ada hal lain yang dapat kita peroleh adalah menambah pemasukan dari menjual kerajinan yang dibuat dari sampah. Banyak orang-orang kreatif yang telah membuktikannya bahkan sampai membuat butik kerajinan dari sampah”, ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Nanny Hadi Tjahjanto menghimbau kepada seluruh anggota Dharma Pertiwi dan masyarakat agar mulai sekarang dapat memilah sampah, baik sampah plastik maupun organik. “Pemilahan sampah ini nantinya tidak akan merepotkan para pekerja pengelolah sampah”, tutupnya.

■ Rasyid / Puspen TNI

Antisipasi Titik Rawan, Bupati Karanganyar Pantau Pelaksanaan Pilkades


BERITAJOGJA.NET ■ Bupati Karanganyar, Juliyatmono bersama jajaran forkompinda melakukan pantauan langsung dan sidak ke sejumlah TPS penyelengara pilkades.

Pantauan itu dilakukan untuk memastikan keadaan dan proses pemungutan suara berjalan dengan aman, nyaman dan damai.

Orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar melakukan pantuan di sejumlah TPS, yakni di Desa Bangsri, Desa Ngemplak, Desa Gondangmanis (Kecamatan Karangpandan), Desa Pojok, Desa Mojoroto (kecamatan Mojogedang), Desa Tugu dan Desa Bangkalan (Kecamatan Jumantono) dan Desa Jatipuro (Kecamatan Jatipuro.

“Secara umum penyelenggaraan pilkades berjalan lancar dan baik. Sebab sebelumnya juga sudah ada simulasi, cek ricek dan antisipasi titik-titik rawan,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono kemarin.

Dia menilai antusias masyarakat di Karanganyar dalam pelaksanaan pilkades sangat tinggi. Pihaknya melakukan pengecekan rata-rata 80 persen pemilih sudah menggunakan hak suarannya.

Di Desa Tugu, hingga pukul 12.00 masih banyak antrian, bupati meminta untuk diselesaikan antrian tersebut. “Meskipun sudah menujukkan pukul 13.00, namun pemilih masih antri maka panitia diminta untuk melayani. Artinya, pemilih yang sudah datang ke TPS tetap diminta untuk menyalurkan hak suaranya,” pungkasnya. 

Hujan Deras Genangi Kantor KPP Pratama Bantul


BERITAJOGJA.NET ■ Hujan deras yang mengguyur merata di kota Yogyakarta, kemarin (20/2) membuat kantor KPP Pratama Bantul yang terletak di Jl. Urip Sumoharjo No.7, Bejen, Gose, Kecamatan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta digenangi air.

Air hujan yang cukup deras tersebut memenuhi bagian basement kantor tersebut, yang juga digunakan sebagai area layanan pajak dan setoran sppt.

Namun dengan sigap para karyawan segera menyalakan mesin penyedot hingga akhirnya air yang sempat masuk ke area pelayanan pajak tersebut tak menyentuh sarana layanan seperti terdapat puluhan komputer dan mesin foto kopi.

"Tapi alhamdulillah, pelayanan tak terganggu. Saya barusan ngurus NPWP cukup lancar," kata Wagiman, kepada BeritaJogja.Net saat ditemui di Mushola, yang letaknya berada di area yang sempat tergenang air hujan itu.

■ Sri / RED

7 Maret 2019, Internet di Bali Dimatikan Saat Nyepi


BERITAJOGJA.NET ■ Pada Nyepi kali ini yang akan jatuh pada tanggal 7 Maret mendatang, dipastikan tanpa jaringan internet. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD Bali Ketut Tama Tenaya.

Dari hasil kunjungannya Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI di Jakarta, Komisi I DPRD Bali didampingi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, Dinas Kominfo Bali telah menyerahkan Nota Kesepahaman dan Kesepakatan berkaitan dengan perayaan Nyepi di Bali.

“KPID Bali dan Kadis Kominfo Bali mendampingi Komisi I DPRD Bali menyampaikan Nota Kesepakatan untuk penghentian penyiaran televisi, radio, dan internet dalam rangka Nyepi,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon.

Pada saat Nyepi, terang Tama Tenaya, jaringan internet akan dimatikan. Nantinya, penonaktivan jaringan internet terhitung dari tanggal 7 Maret Pukul 06.00 wita hingga tanggal 8 Maret Pukul 06.00 wita. Namun, beberapa tempat vital seperti rumah sakit, kantor kepolisian, Bandara akan tetap aktiv koneksi internetnya.

“Dimatikan itu (internet) kecuali tempat-tempat vital. Kalau telpon tetap hidup, khususnya internet yang berhubungan dengan hiburan,” terang dia.

Menurutnya, ada empat hal yang dilarang saat Nyepi. Diantaranya, tak boleh menyalakan api (Amati Geni), tak boleh kerja (Amati Karya), tak boleh bepergian (Amati Lelungan), dan tak boleh bersenang-senang (Amati Lelanguan). Pihaknya juga telah menggandeng provinsi lain seperti Balmon Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk penghentian siaran televisi maupun radio.

“NTB danJawa Timur untuk mengurangi daya pancar siarannya saja, supaya televisi dan radio tidak sampai ke Bali,” tandasnya.

Sejatinya, usulan untuk penghentian siaran televisi, radio, serta internet sudah dilakukan sejak Nyepi tahun lalu. Hanya saja, belum mencakup internet. Untuk tahun ini, untuk meningkatkan kualitas, jaringan internet juga akan di non aktifkan.

“Untuk mempertegas akan ada surat edaran dari Kementrian Kominfo RI ke semua provider yang ada di Bali,” pungkasnya. [balikini]

Selasa, 19 Februari 2019

Sambut Hari PAFI, Yonif Raider 509 kostrad Beri Obat dan Makan Gratis untuk Masyarakat Kurang Mampu


BERITAJOGJA.NET ■ Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 509 Kostrad dipimpin dokter Yonif Raider 509 Kostrad Letda Ckm dr. Abraham Valent Wibisono memperingati Hari Tenaga Ahli Farmasi pada tanggal 13 Februari 2019 dengan membagikan obat-obatan gratis kepada masyarakat yang kurang mampu.

Dokter Yonif Raider 509 Kostrad, Letda Ckm dr. Abraham Valent Wibisono menjelaskan bahwa  pada tanggal 13 Februari 1946, berdirilah organisasi Farmasi pertama dan tertua di Indonesia yakni PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) yang saat ini mewadahi profesi Asisten Apoteker (AA) Indonesia atau Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK).

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia disingkat PAFI adalah organisasi yang menghimpun Tenaga Ahli Farmasi Profesi Asisten Apoteker (AA) seluruh Indonesia, sekarang disebut Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK).

Enam bulan setelah Proklamasi Negara Republik Indonesia, lanjutnya, dibentuklah secara nasional PAFI. Yaitu tepatnya pada tanggal 13 Februari 1946 di Hotel Merdeka Yogyakarta dan sebagai anggota pendiri yang berjasa diangkatlah Ketua PAFI pertama, bapak Zainal Abidin.

"Dan sampai saat ini, Hari Persatuan Ahli Farmasi Indonesia diperingati setiap tanggal 13 Februari, sehingga setiap tanggal 13 Februari ditetapkan sebagai Hari Tenaga Ahli Farmasi (HTAF)," katanya.

Terkait hal tersebut, Dokter Yonif Raider 509 Kostrad Letda Ckm dr. Abraham Valent Wibisono beserta  Tim sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan membagikan obat-obatan gratis.

Selain berbagi obat-obatan secara gratis, Yonif Raider 509 Kostrad juga membagikan makanan gratis kepada masyarakat yang kurang mampu. Kegiatan ini bertujuan agar tidak ada lagi masyarakat yang sakit karena kekurangan makanan dan tidak ada lagi masyarakat yang meninggal karena tidak mampu membeli Obat.

■ Rasyid / Penkostrad 

Komnas Perlindungan Anak Prihatin Atas Meninggalnya Santri Ponpes Nurul Ikhlas


BERITAJOGJA.NET ■ Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan bahwa  aksi brutal  yang dilakukan 17 orang  santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Kabupaten Tanah Datar terhadap seorang Santri R  yang mengakibatkan korban meninggal dunia harus ditangani melalui pendekatan dan persfektif perlindungan Anak berkeadilan dan berdampak efek jerah.

Meninggalnya R (16) setelah mendapat tindak kekerasan penyiksaan secara fisik secara bertubi-tubi yang diduga  dilakukan  17 orang santri selama tiga hari beruturut tanpa henti di kamar tidurnya dimulai dari hari Kamis tanggal  7 hingga hari Minghu 10 Pebruari 2019.

Setelah korban tak berdaya dan tidak sadarkan diri akibat penyiksaan itu, kemudian korban dibawah ke RS M. Djamil Padang Panjang,  namun sayangnya nyawa korban R  tidak tertolong lagi.

Firmansyah Penanggungjawab Pondok Pesantren Nurul Ikhlas yang menampung 500 santri laki-laki dan 500 Santri perempuan ini membenarkan  bahwa peristiwa ini dimulai dengan hal sepele diantara pelaku dan korban. Peristiwa ini terjadi di kamar tidurnya pada jam tidur Santri.

Firmansyah mengakui telah terjadi kecolongan dan kelalaian pengawasan terhadap prilaku peserta didik sehingga timbul kekerasan dan penyiksaan terhadap Sanri R. 

Atas kejadian yang memiluhkan ini, Dewan Komisionet Komnas Perlindungan Anak sebutan lain Komnas Anak serta Lembaga Perlindungan Anak (LPA) diseluruh Nusantara menyampaikan  keprihatinan dan turut berdukacita sedalam-dalamnya atas meninggalnya santri R.

Demi keadilan bagi  korban,  sekalipun R sudah meninggal dunia,  Komnas Perlindungan  Anak dengan segera berkordinasi dengan Polres Padang Panjang untuk menentukan pendekatan penanganan hukumnya.

"Saya berharap dalam waktu dekat diadakan gelar kasus agar kasus pidana yang diduga dilakukan 17 santri menjadi terang benderang," kata Arist dalam keterangan rilisnya, hari ini. (19/2).

Pria berjanggut putih ini mendorong pihak pengelola Pondok Pesantren Nurul Ikhlas bertanggungjawab atas meninggalnya R dan meminta pihak kepolisian untuk menegakkan hukum melalui pendekatan keadilan restoratif, sebagaimana yang diatur dalam ketentuan UU RI Nomor : 11 Tahun 2012 tentang Sistim Peradilan Pidana Anak (SPPA) junto UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UUU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Keadilan hukum harus ditegakkan, apa yang dilakukan 17 orang santri itu tidak bisa ditoleransi dan dibenarkan," imbuh Arist.

Dengan demikian atas kejadian ini, Komnas Perlindungan Anak  mendesak agar Pondok Pesantren Nurul Ikhlas mengevaluasi sistim dan management pengelolaan proses belajar.

■ Sri Suciani 

Selama 4 Tahun Terakhir, Destinasi Pariwisata Gunungkidul Pikat 3,5 Juta Wisatawan


BERITAJOGJA.NET ■ Salah satu Kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, Gunungkidul memiliki potensi wisata yang lengkap dan mempesona. Tergabung dalam Gunung Sewu Unesco Global Geopark dan menjadi anggota Global Geopark Network sejak tahun 2015, keunikan alam Gunungkidul sudah dikenal dunia.

Pertumbuhan kunjungan wisatawan juga meningkat pesat mulai tahun 2014, pada tahun 2018 lalu, Gunungkidul dikunjungi oleh 3,5 juta wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Visi Bupati Gunungkidul Tahun 2016 – 2021 adalah mewujudkan Gunungkidul sebagai Daerah Tujuan Wisata yang Terkemuka dan Berbudaya menuju masyarakat yang berdaya saing, maju, mandiri dan sejahtera. Visi ini jelas menunjukan sektor pariwisata menjadi unggulan dengan dukungan dari sektor sektor lainnya.

Terkait hal ini, Dinas Pariwisata mengajak pelaku usaha Gunungkidul untuk bertemu dengan Biro Perjalanan dan perwakilan sekolah setempat. Tahun ini sasaran Travel Dialog adalah Kota Bandung yang akan dilaksanakan pada 20-21 Februari 2019 di Hotel Mitra.

Pada sesi pertama, tanggal 20 Februari, Dinas Pariwisata GK bersama 13 pelaku usaha pariwisata akan bertemu dengan anggota ASITA dan PTLB Bandung untuk mempromosikan destinasi wisata Gunungkidul dengan harapan menjadi daftar kunjungan untuk klient-klient ASITA dan PTLB.

Selain itu juga akan dilakukan direct sellling melalui table top antara pelaku usaha pariwisata Gunungkidul dengan anggota ASITA dan PTLB yang datang. Pada Sesi Kedua, pada 21 Februari dihadirkan perwakilan SMP Se Kota Bandung sebagai peserta travel dialog.

Hadir pada acara nanti, Kepala dinas Asti Wijayanti, Kabid Pemasaran Yuni Hartini, dan Kasi Promosi Sumardamto Purnomo, MA, M.Eng.

Harapan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah informasi tentang destinasi wisata Gunungkidul secara luas dapat tersampaikan baik kepada peserta dari ASITA, PTLB dan Sekolah serta masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya, sehingga mereka mempunyai referensi dalam melakukan kunjungan wisata ke DIY dan Gunungkidul.

Dalam rilis yang diterima redaksi, pada Selasa (19/2/2019), pelaksanaan Travel Dialog kali ini Dinas Pariwisata Gunungkidul bekerjasama dengan Disbudpar Kota Bandung dan Dinas Pendidikan Kota Bandung dalam koordinasi acara maupun peserta.

Berikut adalah Destinasi Utama Gunungkidul:

Pantai : Baron, Kukup, Krakal, Sundak, Drini, Sepanjang, Pulangsawal, Siung, Wediombo, Ngobaran, Ngrenehan

Goa : Goa Pindul, Goa Kalisuci, Goa Jomblang, Goa Ngingrong

Desa Wisata : Desa Wisata Nglanggeran, Desa Wisata Bleberan, Desa Wisata Bejiharjo

Destinasi Digital : Telaga Jonge, Geosite Ngingrong, Puncak 4G, Gunung Ireng

Senin, 18 Februari 2019

Yonarmed 12 Kostrad Gelar LDS untuk Perawatan Meriam Caesar 155 MM di Ngawi


BERITAJOGJA.NET ■ Batalyon Artileri Medan 12 Kostrad melaksanakan Latihan Dalam Satuan (LDS) selama 10 hari untuk perawatan Meriam Caesar 155 mm, bertempat di Markas Batalyon, Ngawi, Jumat (15/2/2019).

Meriam Caesar 155 mm adalah salah satu Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) pertahanan canggih dan modern yang dimiliki Satuan Artileri, termasuk Batalyon Artileri Medan 12 Kostrad yang dipimpin Mayor Arm Ronald F Siwabessy.

Yonarmed 12 Kostrad rutin melakukan perawatan Meriam Caesar, Salah satunya dengan menggelar Latihan Dalam Satuan (LDS).

Perwira Seksi Operasi Yonarmed 12 Kostrad, Lettu Arm Donny menjelaskan, Latihan Dalam Satuan (LDS) merupakan salah satu latihan di luar siklus latihan rutin reguler (Proglatsi) guna memelihara sekaligus meningkatkan kemampuan perorangan teknis prajurit dalam memelihara meriam Caesar.

“Latihan dalam satuan ini rencananya akan digelar selama 10 hari dengan rangkaian kegiatan yang menjadi 2 tahap, meliputi teori dan praktek,” ujar Lettu Donny.

Pelaksanaan teori dan praktek itu, kata Lettu Donny, terbagi pada masing-masing pos koordinator materi, atau guru militer (Gumil) pada tahap I.

“Untuk tahap II, digelar pelaksanaan materi praktek. Pelaksanaan kali ini istimewa karena dilakukan bersamaan dengan kegiatan Techinal Assistance Meriam Caesar yang disupervisi dari teknisi Nexter, Perancis, harapannya prajurit Armed dapat mengeksplorasi ilmu sebanyak-banyaknya langsung dari ahlinya,” tandasnya.

Sementara itu Danyon Armed 12 Kostrad, Mayor Arm Ronald mengatakan Meriam Caesar 155 mm merupakan salah satu Alutsista kebanggaan Artileri Medan (Armed) TNI AD.

“Sistem meriam tersebut, sudah otomatis dan terkomputerisasi sehingga memiliki perbedaan yang signifikan jika dibandingkan dari meriam lama, yang masih bersifat manual,” ungkap Danyonarmed 12 Kostrad.

Saat ini, kata Mayor Arm Ronald, terdapat beberapa personel yang telah cukup profesional membidangi maintenance meriam tersebut. Sebelum ditugaskan untuk membidangi meriam itu, para personel tersebut terlebih dahulu diwajibkan untuk mengikuti kursus ataupun penataran.

“Akan menjadi suatu hal yang sia-sia jika kita sudah memiliki Alutsista yang modern dan canggih, namun kita tidak tahu cara merawatnya,” tegasnya.

Dengan digelar latihan itu, Mayor Ronald berharap jika nantinya prajurit Yonarmed 12 Kostrad mampu menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik dan lebih profesional.

■ Rasyid / Penkostrad

Pembersihan Tumpukan Pasir Parkir Barat Pura Watu Klotok



BERITAJOGJA.NET ■ Menyambut Upacara Melasti Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih ke segara Watu Klotok awal Maret mendatang, Pemkab Klungkung melakukan pembersihan pasir di area parkir sebelah barat Pura Watu Klotok. Pembersihan tumpukan pasir yang memenuhi area parkir dilakukan dengan menerjunkan satu unit alat berat milik Dinas PU Klungkung, kemarin.

Hamparan pasir yang memenuhi area parkir tersebut dipindahkan kesebelah selatan atau dipinggir pantai yang posisinya lebih rendah. Selain pembersihan pasir, untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kesucian pura, sejumlah lapak sementara milik pedagang yang didirikan diatas lahan parkir tersebut juga dibongkar oleh pemilik masing-masing. Pembersihan dan pembongkaran ini dipantau langsung Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta didampingi Plt. Kadis PU Klungkung, Nyoman Susanta dan Kepala Satpol PP Dan Damkar Klungkung, Putu Suarta.

Bupati Suwirta menyebutkan tempat ini dulunya merupakan lahan parkir yang sudah dipenuhi dengan pasir yang terbawa ombak dengan kedalaman kurang lebih satu meter. Pembersihan dilakukan serangkaian menyambut Upacara Melasti Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih. Meski sudah tersedia lokasi parkir disebelah timur atau tepatnya diutara pura, pembersihan ini untuk mengembalikan fungsi tempat parkir disebelah barat. Bupati menugaskan Dinas PU untuk melakukan pembersihan secara terus menerus apabila pasir sudah mulai naik dan kembali menutupi tempat parkir ini.

“Pembersihan tidak hari ini saja, saya tugaskan agar dilakukan secara terus menerus. Jangan sampai tempat parkir ini seperti pantai karena tingginya tumpukan pasir yang terbawa ombak,” ujar Suwirta.

Menurut Suwirta, selain pembersihan pasir, pembongkaran lapak-lapak pedagang sementara yang dilakukan secara mandiri oleh pemilik masing-masing juga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga kesucian areal Pura Watu Klotok. Pemkab Klungkung juga akan membuat rancangan terkait penataan tempat parkir ini termasuk lokasi berjualan para pedagang. “Kita akan membuat rancangan terkait penataan ini dan masyarakat agar bersama-sama menjaganya,” sebutnya

■ Rls / Made A

Disbud Denpasar Lestarikan Lontar Dengan Sistem Digitalisasi


BERITAJOGJA.NET ■ Sebagai kota berwawasan budaya, beragam upaya teus digencarkan guna mendukung pelestarian da pengembangan seni, budaya, tradisi serta kearifan lokal di Kota Denpasar. Kali ini, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kebudayaan dengan menggandeng Dgital Repository Of Endengered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA) melestarikan karya sastra lontar Bali dengan menggunakan sistem digitalisasi. Hal tersebut diungkapkan Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram saat diwawancarai, Minggu (17/2) di Denpasar.

Ngurah Mataram menjelaskan bahwa keberdaan lontar sebagau warisan budaya Bali, khususnya bidang sastra sangatlah penting. Dimana, beberapa lontar menyimpan nilai penting peradaban, tata cara pengobatan tradisional, sejarah, serta masih banyakk lainya. “Lontar merupakan kebuadayaan Bali di bidang sastra, didalam lontar banyak terdapat nilai serta ilmu-ilmu yang menceritakan kehidapan masyarakat Bali terdahulu,” jelas Mataram.

Lebih lanjut dikatakan, lontar yang sebagian besar bahanya terbuat dari daun lontar menjadikan lontar rentan mengalami kerusakan. Namun demikian, guna menghindari kerusakan tersebut sistem digitalisasi merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan. “Mengingat masih banyak maysrakat yang menganggap lontar itu tenget dan rentang rusak, maka dengan digitalisasi isi lontar tersebut sudah tersimpan dan dapat dibaca tanpa membuka cakupan lontar aslinya,” kata Mataram.

Sementara, Salah Satu Tim Cagar Budaya Kota Dennpasar, Yudhu Wasudewa berharap ini sebagai kegiatan percontohan pelestarian lontar dengan sistem digitalisasi. Upaya seperti ini sangat langka mengingat cakupan kewilayahan digital manuskrip DREAMSEA adalah Asia Tenggara. “Usaha awal kerjasama yang kiranya dapat terus berlanjut, pelestarian ini selain dilakukan upaya konservasi, juga dilakukan digital yang nantinya dapat diakses melalui online,” jelasnya.

Bahkan pihaknya juga menjelaskan adanya kemungkinan cakupan lontar di Kota Denpasar yang dapat dogolongkan sebagai cagar budaya. Dimana, syarat sebuah cagar budaya yakni memiliki usia lebih dari 50 tahun. Adapun masuskrip atau naskah lontar yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional adalah Naskah lontar Negara kertagama karya Mpu Prapanca pada masa Majapahit ( 1286 saka /1365 masehi) yang disadur disalin kembali pada tahun 1665 Saka / 1740 masehi) ditemukan di Puri Cakranegara Lombok.

Yudhu Wasudewa juga mengatakan bahwa digitalisasi ini merupakan kerjasama antara Perpustakaan Nasional Jakarta, UIN Syarif Hidayatulah, Hamburg University Jerman, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Aliansi Peduli Bahasa Bali, dan Penyuluh Bahasa Bali.

Untuk diketahui bahwa hingga saat ini terdapat ribuan lontar di Kota Denpasar yang tersimpan di Pura, Puri, Griya, dan kediaman pribadi. Namun demikiaan diperkirakan masih ada beberapalotar di perumahan warga yang belum terdata. Dan dari keseluruhan junmlah lontar di Kota Denpasar, sebanyak 35 cakup dengan jumlah halaman sebanyak 3.751 telah direkam menggunakan sistem digitalisasi.

■ Rls/Made A

PETUAH SEHAT

PETUAH WANITA

OPINI RAKYAT

OLAH RAGA

PETUAH

© Copyright 2017 BERITAJOGJA.NET | All Right Reserved