Geger Bersholawat Wanita Malam, NU DIY: Berdakwah Ditempat Maksiat Boleh


Jagat sosial media dihebohkan dengan video dakwah pengasuh pondok pesantran Ora Aji Kalasan Sleman Yogyakarta, Gus Miftah di sebuah klub malam.

Polemik bermunculan menanggapi kegiatan yang sebenarnya sangat rutin dilakukan pendakwah ‘gaul’ tersebut di wilayah Yogyakarta selama ini.

Setelah tak kuasa meredam polemik, Pengurus Wilayah Nahdlathul Ulama (PW NU) DIY akhirnya mengeluarkan pernyataan.

Ustadz Fajar Abdul Bashir, Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU DIY yang secara khusus berbicara langsung pada wartawan terkait pernyataan yang ditujukan untuk meredakan komentar netizen.

“Apa yg dilakukan Gus Miftah itu tidak bisa lepas dari pembahasan dakwah atau dalam Islam dikenal dengan amar ma'ruf nahi munkar," katanya.

Berdakwah, lanjut Fajar, adalah perbuatan yang sangat mulia dan merupakan hal penting dalam agama karena amar ma'ruf nahi munkar itu wajib hukumnya.

Jika dinilai tak sepantasnya karena berdakwah di klub malam yang tak bisa dilepaskan dari maksiat, NU DIY pun memiliki pandangan lain.

“Berdakwah dapat dilakukan kapan dan dimana saja, di masjid, di pasar, kantor dan lain-lain. Berdakwah juga dapat dilakukan di tempat-tempat maksiat jika memang kehadirannya Gus Miftah bisa menghentikan maksiat, minimal pada waktu diadakan pengajian tersebut," ujarnya.

Dalam hukum fikih wajib mendatangi tempat maksiat, ungkap Fajar. jika dengan kedatangannya akan membuat maksiat yang sedang diperbuat berhenti, minimal pada saat ia berada di situ, itu sangat baik.

Sedangkan mengenai pembacaan sholawat yang juga menjadi polemik, Fajar mengatakan bahwa hal tersebut tak bisa dilepaskan dari rangkaian dakwah. NU DIY tak mempermasalahkan hal tersebut karena memuat hal positif.

“Jika berdakwah di tempat maksiat boleh, kenapa membaca shalawat dilarang? Dalam berdakwah tentunya juga dibacakan dalil-dalil ayat-ayat Al-Qur'an untuk amar ma'ruf nahi munkar," pungkasnya.

Kalau Al-Qur'an saja boleh, imbuhnya, kenapa shalawat di larang? Yang dilarang itu ketika dalam pengajian dan pembacaan shalat tersebut sambil digelar maksiat, seperti sambil minum-minuman, berzina, maka menghadiri tempat tersebut haram. Tapi kalau pas dakwah dan pembacaan sholawat maksiat berhenti, maka boleh.


0 Response to " Geger Bersholawat Wanita Malam, NU DIY: Berdakwah Ditempat Maksiat Boleh"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

| PENERBIT PT MERDEKA MULTI MEDIA | CREATIVE 3M Media