Gus Nur, Gempa Palu dan Rezim Jokowi


GUS NUR, GEMPA PALU DAN KEZALIMAN REZIM JOKOWI

Oleh: Ahmad Khozinudin, S.H.
Ketua LBH PELITA UMAT

Jumat sore penulis melakukan perjalanan dakwah ke jogja dalam rangka mengukuhkan pembentukan LBH PELITA UMAT Korwil D.I. Yogyakarta. Qadarullah pesawat yang ditumpangi delay, perjalanan sedianya berangkat pukul 17.00 molor hingga nyaris pukul 18.00. Begitu berada di pesawat, HP langsung di non aktifkan.

Saat mendarat di jogja, betapa terkejutnya penulis ketika mengaktifkan HP. Di beberapa group WhatsApp dan laman Facebook, telah beredar luas kabar gempa yang melanda Donggala dan Palu. Tidak sebatas itu, bahkan video tsunami yang melanda pantai di Palu juga beredar luas.

Langsung saja penulis teringat satu nama, ya Gus Nur alias Cak Nur alias Sugi Nur Raharja. Beliau adalah da'i, ulama yang tinggal di Palu. Sebelumnya, penulis intens berkomunikasi dengan beliau karena beliau adalah klien LBH PELITA UMAT. Beliau menunjuk kami sebagai kuasa hukum, untuk mendampingi kasus kriminalisasi yang ditimpakan rezim terhadap beliau.

Belum lama status beliau naik menjadi Tersangka, dan Senin tanggal 1 Oktober 2018 kepolisian Polda Sulteng memanggil beliau untuk diperiksa dengan status tersangka. Gerombolan ormas yang suka membubarkan pengajian, telah melaporkan Gus Nur hingga beliau berstatus sebagai tersangka. Tim LBH PELITA umat telah menunjuk beberapa lawyer untuk mendampingi beliau.

Setelah penulis berkomunikasi dengan Gus Nur, alhamdulilah. Beliau sehat, sedang berada di Makassar saat kejadian. Berikutnya, beliau kabarkan kondisi keluarga sehat, dan bahkan beliau kabarkan pondok pesantren yang beliau ampu, akan dijadikan sebagai posko penanggulangan bencana gempa Palu.

MasyaAllah, Astaghfirullah. Bencana datang bertubi, dari bencana sosial, politik hingga bencana alam. Kezaliman demi kezaliman begitu terang ditampakkan, sampai datang bencana alam pun, masih saja keimanan tidak tergerak untuk bertambah, kembali kepada Allah SWT.

Rezim zalim ini, diketahui paling gemar melakukan kriminalisasi terhadap ulama. Belum lama, Imam besar umat Islam Indonesia, HABIB RIZQ SYIHAB dizalimi. Setelah tidak puas melakukan kriminalisasi, persekusi itupun meluas, hingga ke luar negeri. Perburuan terhadap HRS terus dilakukan, baik didalam maupun diluar negeri (Mekah).

Sepertinya rezim Jokowi tidak cukup puas, dengan aksi meruntuhkan wibawa ulama yang dijadikan cawapres, ikut hadir dalam acara maksiat (dangdutan). Bahkan, tangan sang ulama ikut bergoyang mengikuti irama dangdut.

Karena rezim paham, sentra opini dan preferensi politik umat tidak tergantung pada sosok atau ulama tertentu. Andaikan saja, rezim dapat menundukkan HRS berada di barisan rezim, tetap saja umat paham Kemana akan mengambil keputusan dan pilihan politik.

Rezim juga berkali-kali mencoba mendekati HRS, memberi iming-iming, tetapi begitu ditolak dan gagal rezim menggunakan pendekatan 'main kayu'. HRS diburu, dipersekusi, dianggap penjahat, difitnah, dijauhkan dari umat.

Faktanya, alhamdulilah. Dakwah ditengah umat ini telah memahamkan kepada umat tentang pentingnya terikat dengan syariat. Sehingga, Ketaatan umat kepada Ulama adalah karena taat pada syariat. Ketika ulama menelantarkan syariat, maka serta merta umat juga menelantarkan ulama palsu itu.

Kebangkitan Islam perlahan namun pasti menuju titik puncaknya. Kesadaran Islam itu, telah mempertautkan segenap elemen Islam, baik di parlemen maupun diluar parlemen untuk berjuang bersama menegakkan Islam. Partai sekuler dan partai yang hanya mengambil label Islam, perlahan namun pasti akan ditinggalkan umat.

Kembali ke soal Gus Nur, persekusi ulama, bencana gempa dan kezaliman rezim. InsyaAllah, semua ini mengandung hikmah agar umat ini segera kembali kepada Islam. Segera berhukum hanya dengan hukum Islam. Segera berjuang bersama menegakkan syariat Islam. Dan tentu saja, segera mempersatukan pandangan dan energi untuk menghentikan kezaliman rezim represif dan anti Islam yang ada di negeri ini. []. Sumber: FB

0 Response to "Gus Nur, Gempa Palu dan Rezim Jokowi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

| PENERBIT PT MERDEKA MULTI MEDIA | CREATIVE 3M Media