Puluhan Ribu Massa Gaungkan #2019GantiPresiden di Kampung Jokowi

Masyarakat kota Solo hari ini (9/9) tumpah ruah di sejumlah jalan protokol kampung halaman Jokowi. mereka mengikuti acara jalansehat dengan tertib.




Meski sebelumnya panitia telah menyampaikan bahwa acara tersebut tidak akan ada seruan politik, namun ajakan seruan #2019GantiPresiden tetap digaungkan dalam sesi tausiyah seusai jalan sehat.

Tokoh Masyarakat Solo, Mudrick Sangidoe mengisi tausiyah bahkan mengajak masyarakat solo raya untuk memilih Prabowo menjadi presiden 2019.

"Kita ingin perubahan. Hidup Prabowo! Semoga jadi presiden," kata Mudrick di atas panggung.

Tak hanya itu, totok masyarakat Solo Raya juga mengajak masyarakat menjadi relawan ganti presiden.

Usai Tausiyah acara jalan sehat kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta, Mu'inuddinillah Basri.

Sementara itu puluhan laskar usai acara langsung menyapu bersih sampah agar solo tetap berseri.

Banyaknya massa yang hadir di acara #2019GantiPresiden dengan kemasan jalan santai di Solo, Jawa Tengah, dianggap momentum positif bagi lawan politik Joko Widodo. Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais bahkan mengklaim jika kegiatan tersebut menunjukkan jika Jokowi tidak akan laku pada Pilpres mendatang.

Klaim Amien dibantah oleh Sekjen PKB Abdul Kadir Karding. Politisi yang menjabat Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan Jokowi Ma'ruf Amin mengaku tak terkejut jika oposisi menjalankan strategi politik simbolis dengan menggelar acara fokus di basis suara Jokowi.

"Memang kita sudah menduga pasti yang dicari nanti daerah-daerah seperti Solo, di Jawa Tengah yang pada umumnya basis Pak Jokowi. Supaya nanti publik menilai Pak Jokowi sudah tidak populer," ucap Karding kepada kumparan, Senin (10/9).

Karding menilai jika jumlah massa yang hadir tidak bisa digunakan untuk mengukur popularitas Jokowi. "Walaupun Solo daerahnya Pak Jokowi, yang hadir cuma berapa ribu dan itu berapa persen dari pendukung Pak Jokowi, kecil sekali kan. Di survei juga nggak masuk radar."

Ia mengajak setiap kontestan Pilpres 2019 agar menyampaikan pesan yang lebih substansial alih-alih mempersempit kontestasi lewat tagar. "Yang kita lakukan memberi penjelasan bahwa isu-isu yang penting yang membuat orang kenyang, yang membuat orang sejahtera. Kalau isu ganti presiden saja itu apanya yang bikin kenyang dan baik? Nggak ada. Jadi jangan termakan isu."

Post a Comment

0 Comments