Terjadi di Solo! 12 Formasi CPNS Dokter Spesialis Tidak Ada Peminat


BERITAJOGJA.Net ■ Sebanyak 12 formasi lowongan calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dibuka Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam pendaftaran CASN 2018, sebagian besar adalah tenaga dokter spesialis yang berjumlah 14 orang tidak ada peminat. Sehingga untuk mengisi formasi tersebut, Pemkot Solo terpaksa harus merekrut dokter spesialis dengan status tenaga kontrak dan ditempatkan di rumah sakit umum daerah (RSUD).

Ke-12 formasi CPNS di Pemkot Solo yang tidak ada pendaftar, terdiri dari dokter spesialis bedah mulut (seorang), spesialis radiologi (2), spesialis rehabilitasi medik (2), spesialis bedah syaraf (1), spesialis kedokteran forensi (1), spesialis kesehatan anak (2), spesialis penyakit syaraf (1), spesialis THT (1), spesialis ortodontis (1), penyandang disabilitas untuk guru agama Katolik SD (2) dan menyandang disabilitas untuk guru TIK (1).

Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Pemkot Solo, Dwi Ariyatno, mengungkapkan, sampai penutupan pendaftaran CPNS pada Selasa (16/10/2018) malam, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 7.614 orang. Mereka akan mengikuti ujian yang digelar terpusat di Kabupaten Sragen.

Menyinggung formasi dokter spesialis yang tidak ada peminat, Dwi memperkirakan, di antara  faktor penyebabnya adalah ketentuan usia yang dibatasi maksimal 35 tahun. Sedangkan kosongnya pendaftar dari penyandang disabilitas untuk formasi tenaga guru agama dan TIK yang akan ditempatkan di SD, diperkirakan karena para penyandang disabilitas terkendala lokasi penempatan yang jauh dari rumah pelamar.

BACA JUGA: Gelapkan Uang 170 Juta, Pria Ini Diciduk Polisi Saat Hendak Kabur di Bandara Soekarno Hatta 

"Untuk penempatan tenaga guru menggunakan sistem seperti zonasi sekolah.  Padahal dalam rekrutmen CASN tidak ada zonasi, sehingga tidak ada penyandang disabilitas yang dekat dengan SD yang membutuhkan. Sampai hari terakhir pendaftaran CPNS 2018 di Pemkot Solo, jumlah yang terdaftar ada 7.614 orang itu,” katanya.

Sementara Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo meminta pemerintah pusat meninjau kembali ketentuan batas usia maksimal yang disyaratkan khusus bagi dokter spesialis.
Menurut dia, tidak ada dokter spesialis yang berusia 35 tahun, sehingga aturan batas maksimal formasi dokter spesialis 35 tahun tidak realistis.

“Para dokter menyandang spesialis pasti sudah berusia lebih 35 tahun. Jadi seharusnya ketentuan itu dievaluasi lagi. Formasi dokter spesialis jangan disamakan dengan formasi lain,” tuturnya kepada wartawan, di Balai Kota, Rabu (17/10/2018).

Merujuk pada kebutuhan mendesak untuk mengisi lowongan dokter spesialis di RSUD, baik RSUD Ngipang yang sudah beroperasi maupun RSUD Semanggi yang akan beroperasi Agustus 2019, Pemkor Solo mencari solusi, dentan merekrut dokter spesialis secara mandiri. Para dokter spesialis tersebut akan dipekerjakan dengan status sebagai tenaga kontrak. (Tok Suwarto/ Gala)


0 Response to "Terjadi di Solo! 12 Formasi CPNS Dokter Spesialis Tidak Ada Peminat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

| PENERBIT PT MERDEKA MULTI MEDIA | CREATIVE 3M Media