Dinas Pariwisata Sleman Dorong Pelaku Bisnis Fokus Pengembangkan Desa Wisata


BERITA JOGJA ■ Dinas Pariwisata Sleman Yogyakarta menginisiasi program One Hotel One Village guna mengembangkan desa wisata. Sejak dicanangkan program ini, baru ada dua hotel yang turut mendampingi dua desa wisata.

Menurut Kepala Dispar Sleman Sudarningsih upaya mengembangkan desa wisata di Sleman terus mendorong kepada sejumlah hotel yang ada di Sleman untuk ikut serta mendampingi.

"Sampai saat ini baru ada dua hotel yang ikut mendampingi," katanya, kemarin.

Dari data yang di peroleh, kedua hotel yang ikut mendampingi desa wisata yaitu Hotel Cakra Kusuma dan Hotel Grand Tjokro. Hotel Cakra Kusuma mendampingi Desa Wisata Pancoh di Desa Girikerto, Kecamatan Turi, sedangkan Hotel Grand Tjokro mendampingi Desa Wisata Pulesari di Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi.

"Hotel Grand Keisha dan Hyatt Regency Yogyakarta juga berkomitmen untuk mendukung program ini dan nantinya ada desa wisata yang bakal didampingi," imbuhnya.

Menurutnya, jika hotel bisa ikut andil dalam pengembangan desa wisata melalui perbaikan kualitas sumber daya manusia dan juga inovasi wisata akan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan wisata kedepannya.

Dia menambahkan, desa wisata harus dikelola dengan profesional dan dikemas dengan menarik. Desa wisata harus dikembangkan dengan tidak mengubah karakternya.

Seperti diketahui, pada tahun 2016 jumlah kunjungan wisata di Sleman mencapai 5,3 juta kunjungan dan meningkat menjadi 7,2 juta kunjungan pada 2017. Jika program Desa Wisata mendapat dukungan pelaku perhotelan maka capaiannya akan lebih meningkat lagi.

 ■ Sri Wigati

0 Response to " Dinas Pariwisata Sleman Dorong Pelaku Bisnis Fokus Pengembangkan Desa Wisata"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

| PENERBIT PT MERDEKA MULTI MEDIA | CREATIVE 3M Media