Megawati Mendadak Minta Mundur, Paranormal Jogja: Itu Isyarat Bahwa Masa Kejayaan Jokowi Sudah Jatuh Tempo


BERITA JOGJA ■ Secara mengejutkan, kemarin,  Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyatakan keinginannya mundur dari kancah perpolitikan di tanah air. Alasannya, karena sudah merasa sepuh dan terlalu lama memimpin partai berlambang banteng bermoncong putih.

Pernyataan ingin segera mundur itu diungkap Megawati di sela acara memberi wejangan kepada calon anggota legislatif (Caleg) PDIP Angkatan III, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

"Saya jadi ketua umum partai yang paling senior. Sudah sekian lama belum diganti-ganti, padahal saya sudah sekian lama berharap diganti, karena umur saya yang sudah plus 17," katanya.

Pernyataan Mega ini kemudian menjadi sorotan publik. Ada yang menduga Mega tengah mempersiapkan putra mahkota untuk meneruskan tapuk kepemimpinannya. Sebagian lagi berpendapat Mega akan menyerahkan ke Puan Maharani atau Jokowi. Beragam pendapat pun kini muncul di benak publik.

Namun bagaimana pendapat tokoh supranatural Jogjakarta ini?

"Saya membacanya begini dik.... Bahwa pernyataan Mega itu tak lepas dari rentetan peristiwa politik di Jakarta. Jadi datangnya ndak ujuk-ujuk," kata Mbah Hadi, saat ditemui di Imogiri, Jogjakarta, Jumat (16/11).

Tokoh spiritual seangkatan Romo Diyat dan Soedjono Hoemardani ini mengatakan bahwa ada kegalauan spritual Megawati menghadapi ajang Pilpres bulan April mendatang.

"Coba adik runut lagi. Seminggu lalu, Ma'ruf bilang sebetulnya dia maju Cawapres itu karena didorong orang lain. Trus, kemarin Mega ngomong gitu, lha iki kan ono ceritane, ora ujuk-ujuk metu neng lambe (tidak tiba-tiba terucap di mulut, red)," ujarnya.

Menurut Mbah Hadi, semua runtutan itu tak lebih bagian dari isyarat bahwa masa kejayaan Jokowi sudah jatuh tempo, sehingga memberi efek kegalauan spritual.

"Wong urip iku urup. Maknanya, masa kejayaan seseorang itu ada batasnya. Begitu juga dengan Jokowi, ndak mungkin dia jaya terus. Ada waktunya dia harus leren (berhenti, red). Lha itu semua sudah paringane Gusti allah," kata Mbah Hadi.

Terus, gambarannya gimana Mbah tahun 2019 nanti? tanya BeritaJogja.Net

"Saya tak ingin terjebak dengan pertanyaan jenengan. Niku kuasane Gusti Allah. Sampun Nggeh..?," imbuh Mbah Hadi.

Kala Presiden Soeharto memimpin Indonesia, Soedjono Hoemardani dan Mbah Hadi  kerap memberi dan menjadi penasehat spritualnya. Bersama Romo Diyat, mereka kerap memantau perkembangan sosial-politik secara ghaib.

Ketiganya malah terlihat membangun Padepokan Jambe Pitu di Gunung Selok, Cilacap sebagai lokasi untuk menerima dhawuh atau pesan leluhur. Meski demikian dalam buku biografi yang berjudul Soeharto: My Thoughts, Words and Deeds; An Autobiography’ nama Mbah Hadi tak disebut. Wallahu A'lam Bishawab.

■ Fajar Nofriyanto / Sri Wigati

0 Response to "Megawati Mendadak Minta Mundur, Paranormal Jogja: Itu Isyarat Bahwa Masa Kejayaan Jokowi Sudah Jatuh Tempo"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

| PENERBIT PT MERDEKA MULTI MEDIA | CREATIVE 3M Media