Setelah Jadi Lawyer Jokowi, Yusril: Dulu yang Kami Gugat Menkum HAM, Bukan Presiden RI


BERITA JOGJA ■ Pengacara Yusril Ihza Mahendra, yang juga Ketum PBB kemarin mengumumkan keputusannya menjadi lawyer bagi pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sepak terjang Yusril didunia hukum memang tak diragukan lagi. Perkara-perkara besar pernah ditangani, termasuk ketika ia dipercaya menjadi pengacara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dibubarkan oleh pemerintah.

Bagaimana posisinya sekarang setelah ia "merapat" ke kubu Jokowi-Ma'ruf Amin? Pasalnya, saat membela HTI posisinya berseberangan dengan pemerintah.

"Tidak jadi masalah. Dalam perkara HTI, yang kami gugat adalah Menkum HAM, bukan Presiden RI," tutur Yusril, Senin (5/11/2018).

Sebelumnya, HTI menggandeng Yusril untuk melawan pemerintah dan menghadapi upaya pembubaran. Pada jumpa pers di 88 Kasablanka Office Tower, Tebet, Jakarta Selatan, 23 Mei 2017, juru bicara HTI Ismail Yusanto menyatakan Tim Pembela HTI (TP-HTI) di bawah koordinasi Yusril Ihza Mahendra. Disebutnya saat itu, ada 1.000 advokat pembela HTI.

Saat itu pemerintah sedang berencana mengumumkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Perppu Ormas akhirnya terbit, yakni Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas. Lewat perppu itu, pemerintah membubarkan HTI karena organisasi itu dianggap ingin mengubah Pancasila.

Yusril menggugat Perppu itu ke MK pada 18 Juli 2017. Tapi MK mementahkan gugatan Perppu Ormas yang diajukan sejumlah pemohon. Pihak Yusril mengajukan kasasi perkara HTI itu ke Mahkamah Agung (MA) RI pada 19 Oktober 2018. Menurut Yusril, perkara gugatan HTI melawan Menkum HAM masih berlanjut dan belum ada putusan hukum tetap.

Dikutip dari detikcom, saat ini mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu menyatakan kesediaannya menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf. Awalnya, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Erick Thohir, menanyakan kepada Yusril soal kesediaannya menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf.

"Saya memutuskan setuju dan menjadi lawyer-nya kedua beliau itu," kata Yusril dalam keterangannya.

0 Response to "Setelah Jadi Lawyer Jokowi, Yusril: Dulu yang Kami Gugat Menkum HAM, Bukan Presiden RI"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

| PENERBIT PT MERDEKA MULTI MEDIA | CREATIVE 3M Media