Buntut Pesta Mesum di Sleman, Polisi Telusuri Dugaan Human Trafficking - BERITA JOGJA Buntut Pesta Mesum di Sleman, Polisi Telusuri Dugaan Human Trafficking - BERITA JOGJA

Kamis, 13 Desember 2018

Buntut Pesta Mesum di Sleman, Polisi Telusuri Dugaan Human Trafficking

  Buntut Pesta Mesum di Sleman, Polisi Telusuri Dugaan Human Trafficking


BERITAJOGJA.NET ■ Hasil penyelidikan sementara, Polisi menduga ada praktik perdagangan orang dalam pesta mesum yang digerebek di sebuah kamar hotel di Sleman, Yogyakarta.

Untuk itu, Polisi masih mendalami masing-masing peran dari 12 orang yang berhasil diamankan dalam penggerebekan tersebut.

"Sangkaan UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Orang atau Human Trafficking, juga pasal tindak pidana pencabulan. Tapi ini masih didalami penyidik, 12 orang masih diperiksa, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka," kata Direktur Reskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo, saat jumpa pers di Mapolda DIY, Kamis (13/12/2018).

"Dalam penerapan pasal nanti didalami lagi, untuk saat ini pasal perbuatan cabul dan perdagangan orang karena ada fakta dari kegiatan itu ada yang memperoleh keuntungan (uang)," pungkasnya.

Saat penggerebekan pesta seks pada Selasa (11/12) tengah malam, polisi mendapati sepasang pasutri sedang bersetubuh. Sedangkan 10 orang lainnya dalam posisi menonton adegan tersebut.  Orang yang menonton itu membayar kepada orang yang melakukan persetubuhan yang dilihatnya. Kemarin membayar uang Rp 1 juta, satu orang," jelas Hadi.

Sementara itu, hasil lain dari pemeriksaan awal, pesta seks tersebut ditawarkan melalui media sosial dan grup whatsapp.  Pihak penyelenggara, pemeran, penonton masih didalami. Fakta saat penggerebekan ada uangnya Rp 1,5 juta, ada pertunjukannya (persetubuhan), ada orang yang sedang menonton," imbuh Hadi.

Terkait hal ini, Polda DIY bakal mendalami peran pengelola hotel yang dijadikan lokasi pesta seks oleh 12 orang di wilayah Condongcatur, Sleman itu. Penyidik Ditreskrimum berencana memanggil dan memeriksa pihak hotel tersebut.

"Pihak hotel juga ditelusuri apakah berperan langsung, pengelola hotel dalam kajian kita, tentu akan kita jerat dengan undang-undang yang ada (jika terlibat)," kata Hadi. (Rilis/RM)

loading...

BERITA LAINNYA

BERITA TERBARU

© Copyright 2017 BERITA JOGJA | All Right Reserved