Korupsi di Cianjur, Menkeu: Saya Prihatin, Dana Itu Seharusnya Dimanfaatkan Untuk Murid

BERITAJOGJA.NET ■ Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku menyesal dan prihatin dengan kasus dugaan praktik korupsi yang dilakukan oleh Bupati Cianjur, Jawa Barat, Irvan Rivano Muchtar bersama sejawatnya.

Menkeu prihatin karena dana yang diduga dikorupsi tersebut bersumber dengan memotong dana alokasi khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur.

"Tentu saja saya menyesalkan dan prihatin dengan praktik korupsi terutama di daerah," kata Sri Mulyani kepada awak media, hari ini. (13/12).

Menurutnya, dana atau anggaran yang ditransfer ke daerah dalam berbagai bentuk seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAU) dan Dana Desa itu untuk masyarakat. Dengan tugas pemerintah menjalankan tugas melayani seluruh masyarakat.

Oleh karena itu, Menkeu sangat menyesalkan jika dana yang seharusnya dialokasikan untuk sekolah dan para murid tidak diterima sepenuhnya.

"Saya betul-betul sangat kecewa ada DAK pendidikan pun dipotong oleh Bupati. Karena seharusnya itu diterima sekolah dan manfaatnya untuk murid," katanya saat menghadiri acara penyerahan program community development PT Geo Dipa Energi di Ciwidey, Kamis (13/12).

Seperti diwartakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan tiga orang lainnta sebagai tersangka setelah selesai melakukan gelar perkara terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Cianjur, Rabu (12/12) pagi. (R/Ant)

loading...

Belum ada Komentar untuk " Korupsi di Cianjur, Menkeu: Saya Prihatin, Dana Itu Seharusnya Dimanfaatkan Untuk Murid"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel