Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

BMKG: Fenomena Supermoon Yogyakarta



Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebutkan fenomena 'supermoon' yang terjadi pada Selasa (2/1) malam diperkirakan akan mempengaruhi peningkatan tinggi gelombang pasang di pesisir selatan Yogyakarta menjadi 1,5 hingga 2,5 meter. Selain itu, kecepatan angin di Samudera Hindia juga menjadi pemicu peningkatan tinggi gelombang laut.



"Dimohon masyarakat pesisir dan nelayan tetap meningkatkan kewaspadaan," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Djoko Budiono, di Yogyakarta, Selasa (2/1).



Menurut Djoko, selain dipengaruhi fenomena supermoon, tinggi gelombang di pesisir selatan Yogyakarta mencapai 1,5 hingga 2,5 meter juga ikut dipicu peningkatan kecepatan angin di Samudera Hindia akibat tekanan udara rendah yang terpantau di selatan Jawa Timur.



"Akibat dua faktor pemicu itu, peningkatan tinggi gelombang itu diperkirakan berlangsung hingga tiga hari ke depan," kata dia.



Meski demikian, kata Djoko, karena ketinggian daratan disekitar pesisir selatan DIY cukup tinggi dari permukaan lautnya, maka kenaikannya permukaan air laut kurang dirasakan di wilayah daratan.



"Berbeda dengan wilayah pantai utara Pulau Jawa yang daratannya cukup rendah dengan permukaan laut, maka kenaikan permukaan laut atau 'rob' cukup signifikan menggenangi daratan," kata dia.



Supermoon, Jelas Djoko, adalah fenomena di mana bulan mencapai jarak terdekat dengab bumi, sehingga bulan nampak lebih besar 14 persen dan nampak lebih terang 30 persen dari biasanya .



"Akibat jarak bulan yang dekat dengan bumi maka terjadilah gaya grafitasi atau gaya tarik bulan yg kuat terhadap air laut yang ada di bumi. Grafitasi ini menyebabkan naiknya permukaan laut," katanya.

Post a Comment for "BMKG: Fenomena Supermoon Yogyakarta"

Berlangganan via Email