Dahnil: Menyimak Pidato Kebangsaan Prabowo Tergambar Beliau Paham Masalah, Bukan Pencitraan - BERITA JOGJA Dahnil: Menyimak Pidato Kebangsaan Prabowo Tergambar Beliau Paham Masalah, Bukan Pencitraan - BERITA JOGJA

Selasa, 15 Januari 2019

Dahnil: Menyimak Pidato Kebangsaan Prabowo Tergambar Beliau Paham Masalah, Bukan Pencitraan

 Dahnil: Menyimak Pidato Kebangsaan Prabowo Tergambar Beliau Paham Masalah, Bukan Pencitraan


BERITAJOGJA.NET ■ Tokoh muda Muhammadiyah Dahnil A Simanjuntak menilai Pidato Kebangsaan Indonesia Menang oleh Prabowo tadi malam tergambar beliau paham masalah. Menyimak suara rakyat, berpikir dan menawarkan solusi terhadap masalah tersebut. Bukan, pribadi yang dipandu konsultan pidato, gimmick dan pencitraan.

Demikian hal tersebut disampaikan Kang Dahnil melalui ciutannya di akun @Dahnilanzar, sesaat yang lalu.(15/1). Dari Pidato Visi Misi Prabowo itu diharapkan rakyat Indonesia terbuka sehingga dapat menelaah informasi yang benar.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menegaskan ketidaksetujuannya dengan arah pembangunan Indonesia yang cenderung di dikte oleh bangsa lain. Ia mengaku gusar dengan nasib rakyat yang belum bisa menikmati kekayaan alam yang berlimpah.

"Kalau kita tidak hati-hati, kalau kita tidak waspada, kalau kita tidak berubah, kalau kita tidak bertindak dengan segera, situasi ini akan terus berlanjut ke arah yang lebih buruk," katanya dalam Pidato Kebangsaan berjudul "Indonesia Menang" di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta Selatan, Senin malam (14/01/2019).

Prabowo menegaskan kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan terjadi, apalagi di sebuah negara yang sudah merdeka. "Kita semua berkeyakinan, Indonesia akan bertahan 1.000 tahun ke depan".

Namun Prabowo mengungkapkan fakta-fakta yang dihadapi negara Indonesia saat ini. "Tapi, saudara-saudara sekalian, apakah negara yang tidak mampu membayar rumah sakit, yang tidak mampu menjamin makan untuk rakyatnya, yang tidak mampu punya militer yang kuat,dapat bertahan 1.000 tahun?

Apakah negara yang cadangan BBM nasionalnya hanya kuat untuk 20 hari, yang cadangan berasnya kurang dari 3 juta ton, dapat bertahan jika ada serangan, atau krisis keamanan?".

Mantan Danjen Kopassus ini kemudian menjelaskan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pun mengatakan, jika perang, Indonesia hanya mampu bertahan 3 hari karena peluru TNI hanya cukup untuk 3 hari perang. "Ini bukan kami yang menyampaikan, tapi pemerintah sendiri".

BACA JUGA: Bagaimana Agar Anak Menjadi Penurut? 

Di tengah persaingan antara negara yang semakin ketat dari waktu ke waktu, menurut Prabowo, Indonesia harus bergerak maju. Tidak boleh kalah bersaing, apalagi didikte oleh negara lain.

"Kita harus ingat, persaingan antar bangsa itu keras. Sejarah peradaban manusia ribuan tahun itu keras. Jangan kita tergantung kepada bangsa lain. Jangan kita berharap bangsa lain akan baik, akan kasihan kepada kita".

Prabowo kemudian menyelipkan pernyataan dari ahli sejarah Thucydides, yang hidup kurang lebih 50 tahun sebelum Masehi. "The strong will do what they can, the weak suffer what they must. Jadi kalau dalam bahasa Indonesia, yang kuat akan berbuat apa yang dia mampu buat, yang lemah akan menderita apa yang dia harus menderita," tuturnya.

loading...

BERITA LAINNYA

BERITA TERBARU

© Copyright 2017 BERITA JOGJA | All Right Reserved