Pesantren Miftahul Huda Milik KH Nonop Hanapi Diterjang Banjir - BERITAJOGJA.NET

Senin, 11 Februari 2019

Pesantren Miftahul Huda Milik KH Nonop Hanapi Diterjang Banjir

Pesantren Miftahul Huda Milik KH Nonop Hanapi Diterjang Banjir


BERITAJOGJA.NET ■ Hujan deras yang terus menerus mengguyur Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis sejak Jumat malam lalu, sampai saat ini membuat sungai Cipetungan meluap. Akibatnya banjir terjadi di pesawahan dan menyebabkan kolam ikan warga juga kebanjiran.

Tak hanya pesawahan dan kolam ikan, area pesantren Miftahul Huda 2 Bayasari, Kecamatan Jatinagara juga terkena dampak banjir.

Sejumlah ruangan di Ponpes tersebut terendam dengan ketinggian 30-70 centimeter. Antara lain 3 asrama putri, 2 asrama putra, masjid dan ruang madrasah untuk pengajian tafsir. Bahkan rumah pengasuh pesantren, KH Nonop Hanapi juga terendam.

Pengasuh Ponpes Miftahul Huda 2 Bayasari, Ali Mubarok mengatakan, luapan sungai Cipetungan mulai naik sekitar pukul 23.00 WIB. Luapan semakin tinggi sekitar pukul 02.00 WIB Sabtu dini hari.

Tidak hanya di kecamatan Jatinagara saja yang terkena luapan air sungai, Kecamatan Rajadesa pun ikut terkena luapan sungai.

“Hujan deras sejak sore sampai malam, arus air sangat deras sampai tidak tertampung di sungai. Akhirnya naik ke ponpes ke jalan dan ke lahan padi serta peternakan ikan,” ujar Ali Mubarok.

Saat hujan deras kata Ali, air mulai naik ke lantai 1 asrama. Para santri langsung diungsikan ke lantai 2 dan 3, bahkan lantai atas tempat menjemur pakaian dipakai mengungsi.

“Semalam para santri diungsikan, karena luapan air masuk ke asrama. Juga toko tempat menyediakan keperluan santri juga kebanjiran, barang-barang langsung di evakuasi,” katanya.

Menurut Ali, siang ini (kemarin) air mulai surut, para santri bergotong-royong mulai membersihkan kobong dan ruangan lainnya. Dikhawatirkan bila hujan deras kembali melanda, akan terjadi banjir lagi.

“Mungkin ada pendangkalan di sungai, salah satunya karena sampah. Harapan kami ke depan warga tidak ada lagi yang membuang sampah ke sungai. Banjir ini jarang terjadi, dulu pernah terjadi tapi sudah lama, sekarang terjadi lagi,” katanya, seperti dikutip dari Radar Priangan.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2017 BERITAJOGJA.NET | All Right Reserved