Tipu Puluhan Gadis, Pria Asal Malang Diciduk Polisi - BERITAJOGJA.NET

Kamis, 28 Februari 2019

Tipu Puluhan Gadis, Pria Asal Malang Diciduk Polisi

Tipu Puluhan Gadis, Pria Asal Malang Diciduk Polisi


BERITAJOGJA.NET ■ Seorang pemuda asal Malang, Jawa Timur diciduk aparat polisi, karena diduga menipu belasan perempuan di Yogyakarta. Kini AW (28) sudah mendekam di sel tahanan Polres Sleman.

Kepada awak media, Kasat Reskrim Polres Sleman Polda DIY AKP Anggaito Hadi Prabowo membenarkan telah menangkap tersangka AW pasca menerima laporan dari para korban.
Tersangka yang sudah beristri ini, kata Anggaito, bahkan menikahi salah satu korban dan menguras harta milik mertuanya.

Modus yang dilakukan tersangka yakni dengan cara rutin menggelar pengajian di wilayah Godean, Sleman sebelum memperdayai para korban. Salah satu korbannya, NN (23) yang dinikahi pada Desember 2018. Setelah pernikahan berlangsung, AW meminta uang kepada mertuanya dengan alasan untuk kenaikan jabatannya.

”Tersangka AW juga karyawan outsourcing di sebuah bank. Dia mengaku jika ingin naik jabatan harus punya rekening dengan nominal tertentu. Keluarga korban tidak curiga dan mentransfer uang hingga ratusan juta rupiah ke tersangka AW,” terang AKP Anggaito, hari ini.

Korban melakukan transfer sebanyak tiga kali. Dua kali di bulan Desember dan satu kali di bulan Januari. Setelah mendapatkan uang ratusan juta rupiah, tersangka AW langsung menghilang. Pihak keluarga korban curiga dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sleman.

Dari korban lain menyebutkan, bahwa aksi AW (28) ini unik, malah berani mengaku seorang ustadz asal Malang. Nyatanya, pengakuan itu hanya siasat belaka guna merayu wanita yang ikut dalam kegiatan pengajian tersebut.

Dari hasil penyelidikan, tersangka AW berhasil ditangkap di wilayah Tangerang, Jawa Barat. Ternyata, aksi AW sudah menipu banyak korban di beberapa daerah.

Menurut Kanit III Tindak Pidana Tertentu Ipda Yunanto Kukuh mengatakan di wilayah Yogya, korban AW ada empat, namun yang melapor baru satu orang. Di Malang Jawa Timur ada dua korban, Tangerang juga ada dua korban hingga di wilayah Jakarta.

”Modus penipuannya sama. Korban diajak pacaran dan dijanjikan dinikahi. Selain menguras uang korban, tersangka juga memalsukan dokumen kelulusan strata 1. Padahal tersangka AW hanya lulusan D3," terangnya.

Ipda Kukuh menambahkan, tersangka cukup licin dalam beraksi. Dia bisa mengelabui banyak korban dalam waktu yang hampir bersamaan. ”Uang dari korban sudah habis. Pengakuan tersangka untuk membangun rumah di Malang. Sejumlah ATM, buku rekening dan kartu identitas milik tersangka sudah disita,” imbuhnya. (KR/W-08) 

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2017 BERITAJOGJA.NET | All Right Reserved