Hari Perempuan Internasional 2019, Aktivis di Yogya Ajak Menjadi Perempuan Adiluhung - BERITAJOGJA.NET

Jumat, 08 Maret 2019

Hari Perempuan Internasional 2019, Aktivis di Yogya Ajak Menjadi Perempuan Adiluhung

  Hari Perempuan Internasional 2019, Aktivis di Yogya Ajak Menjadi Perempuan Adiluhung


BERITAJOGJA.NET ■ Peringati Hari perempuan internasional 2019 di Yogyakarta ditandai dengan aksi damai guna menyampaikan sejumlah tuntutan dan ajakan menuju Perempuan Adiluhung.

Sejumlah elemen memperingatinya dengan menggelar aksi damai dan seruan di titik nol kilometer Kota Yogyakarta.

Mereka yang turun kejalan itu menyebut sebagai aktifis PADI (Perempuan Adiluhung) yang terdiri dari beberapa elemen masyarakat, seperti Satgas perlindungan Perempuan dan Anak DIY, Aliansi Jogja Sehati, Pusat Layanan Terpadu Perempuan dan Anak Korban kekerasan "Rekso Dyah Utami" DIY, Lembaga Pemberdayaan dan penguatan pendidikan Nasional, TESA 129, dan komunitas lain.

Tampak ratusan massa dari para aktivis ini berkumpul dan bergantian menyampaikan orasi. Berbagai spanduk dan poster ikut dibentangkan oleh massa aksi.

Dalam keterangannya, Koordinator aksi (Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak) Martanti Endah Lestari mengatakan bahwa tidak terbantahkan lagi bahwa Kraton merupakan pusat budaya adiluhung (elite cultural).

"Untuk itu diperlukan agen yang dapat menghubungkan budaya elitis kraton dengan masyarakat. Disinilah sebenarnya peran masyarakat informasi dalam hal ini PEREMPUAN ADILUHUNG sangat dinantikan," katanya.

Mereka mampu mengolah informasi dan kemudian menyebarkannya dalam ujud informasi yang berkualitas. Dalam hal budaya, maka disseminasi budaya akan sangat terbantukan oleh masyarakat informasi.

"Mereka dapat ditempatkan sebagai agen yang merembeskan budaya adiluhung dari pusat kebudayaan ke masyarakat luas," imbuhnya.

Untuk dapat menjalankan fungsi ini, lanjut dia, maka masyarakat informasi harus berkoordinasi dengan kraton sebagai sumber dan pusat budaya elite tradisional dan berkolaborasi dengan pemerintah yang diharapkan memahami arti pentingnya identitas budaya.

"Untuk itu, mari bergabung bersama PEREMPUAN ADILUHUNG," ajak Martanti Endah Lestari.

Sebelum menggelar aksi ini, para aktivis melakukan kunjungan Museum Pergerakan Perempuan, P2TPA KK "Rekso Dyah Utami", bertemu dengan Gusti Putri di Puro Pakualaman, dan membagi bunga dan poster di titik Nol kilometer Yogyakarta.

"Kami lakukan ini semua agar masyarakat tahu, bahwa kami pun "bergerak Untuk Peradaban Setara", yang merupakan tema peringatan sedunia di tahun 2019 ini," pungkasnya.

■ Rasyid

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2017 BERITAJOGJA.NET | All Right Reserved