‏Mbak Tutut: Setelah Belajar Al Qur'an, Saya Baru Paham Nasehat Bapak Selama Ini - BERITA JOGJA HARI INI

Kamis, 21 Maret 2019

‏Mbak Tutut: Setelah Belajar Al Qur'an, Saya Baru Paham Nasehat Bapak Selama Ini

‏Mbak Tutut: Setelah Belajar Al Qur'an, Saya Baru Paham Nasehat Bapak Selama Ini


BERITAJOGJA.NET ■ Satu bulan jelang hari coblosan, mesin Partai Berkarya mulai menggeliat. Setiap hari, putra putri keluarga Cendana nyaris tak ada jeda menyambangi kader dan pendukungnya di tanah air.

Seperti halnya dengan Siti Hardijanti Rukmana, putri sulung Presiden Soeharto yang akrab dipanggil Mbak Tutut. Setelah sukses melakukan safari politik di Jateng dan DIY pada minggu lalu, terakhir Tutut mengumpulkan kader Berkarya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada Rabu (20/3/2019).

Ada banyak hal dibahas ditempat ini, dan sebagai putri paling sepuh, Mbak Tutut paham benar kapan harus berbicara, termasuk saat ia memberi wejangan kepada para kader Partai Berkarya.

Figur dan sosok Soeharto yang ahli dalam strategy milter dan pembangunan, senantiasa menginspirasi Mbak Tutut. Cerita, nasehat, dan petuah Soeharto pula yang diharapkan dapat mendorong Tutut membawa Partai Berkarya berjaya dikemudian hari.

“Kita ingin mengembalikan Indonesia yang makmur, menjadi bangsa yang rukun, gotong royong, dan saling bantu berjuang meski ada perbedaan,” kata Mbak Tutut saat mengukuhkan Gerakan Bakti Cendana di Hotel Desa Wisata, kemarin.

“Indonesia yang kita inginkan adalah bangsa yang bersatu dan tidak saling cakar,” imbuhnya.

Menariknya, saat berbicara dengan kader yang tergabung Gerakan Bakti Cendana, Mbak Tutut tampak lebih religius. Beberapa kali Tutut, menyinggung pendukungnya agar bertindak sesuai ajaran agama Islam. Misalnya, jangan saling menjelek-jelekan, bekerjalah yang baik untuk rakyat Indonesia. Mulailah dari yang kecil, tanpa harus menjelekkan orang lain.

Saat Tutut berbicara semua yang hadir terdiam, menyimak setiap kalimat yang disampaikan Mbak Tutut dengan suara lembut.

Kepada kader Partai Berkarya, Mbak Tutut berpesan agar setiap kader Partai Berkarya menunjukkan program yang dimiliki, utamanya untuk membangun negeri.

"Berikan apa pun untuk bangsa, meski mungkin hanya sebungkus nasi atau uang Rp 10 ribu," katanya.

Selain itu, Tutut juga minta kader tidak boleh dendam. Katanya, dendam tidak akan menyelesaikan masalah, tapi membuat masalah lebih besar.

Dulu, kata Tutut, Pak Harto sering mengingatkan anak-anaknya untuk tidak dendam. Dan ini pula yang mendatangkan hikmah dihari tua saat ini.

Setelah sekian lama mendalami islam dan Al qur'an, Mbak Tutut mengakui semua itu ada benarnya. Terlebih lagi, Tutut berkisah, "Setelah belajar Alquran, saya akhirnya paham dan tahu semua nasehat bapak selama ini. Semua itu adalah ajaran Allah SWT,"

Inilah yang disebut proses panjang menuju hijrah, semoga menjadi pencerah bagi semua.

■ Rasyid

BERITA LAINNYA

BERITA TERBARU

© Copyright 2017 BERITA JOGJA HARI INI | All Right Reserved