Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Hati-Hati!! dengan akun media sosial palsu BCA




PT. Bank Central Asia Tbk. Menghimbau kepada para nasabahnya untuk tidak mudah tertipu akun media sosial palsu. 



Bukan tanpa alasan, sebab saat ini banyak akun media sosial pelaku usaha jasa keuangan yang sangat mirip tampilanya dengan akun bank asli.


Executive Vice President Center Of Digital Bank Central Asia Wani Sabu juga menghimbau supaya para nasabahnya juga memperhatikan keaslian akun media sosial atau medsos bank dengan adanya ciri memiliki centang biru.


Ia menjelaskan, di BCA sendiri saja, terdapat 15 akun media sosial palsu yang muncul.


Akun palsu ini akan memulai aksinya dengan memantau keluhan nasabah dan pertanyaan nasabah di akun layanan konsumen bank asli.


Berikutnya, akun palsu ini menjawab keluhan konsumen dengan menyarankan untuk menghubungi layanan konsumen resmi disertai nomor pesan WhatsApp.


Namun yang sangat disayangkan, pada umumnya nasabah lebih menyukai untuk menghubungi nomor pesan WhatsApp.


Dari situ, pelaku kejahatan mulai beraksi dengan meminta data berupa nomor rekening, nomor kartu ATM, nomor kartu kredit, hingga foto kartu kredit depan belakang. 


Dari hal itu, penipu sudah bisa menguras uang nasabah sampai habis.


Meski akun palsu ini tidak menempati peringkat 10 di dalam pengaduan nasabah perbankan, tapi masih ada juga nasabah yang menderita kerugian sangat besar.


Dalam kasus ini, BCA telah bekerjasama dengan Bareskrim hingga Kementerian Kominfo untuk menutup akun-akun palsu tersebut.


Namun, meski akun palsu sudah di-takedown setiap harinya, akun palsu baru kembali muncul. Ibarat halnya pepatah mati satu tumbuh seribu.



Pasalnya, modal untuk membuat akun palsu sangat murah yakni hanya dengan menggunakan email. 


Oleh karena itu BCA terus memberikan edukasi kepada nasabah tentang akun-akun palsu tersebut.


Lebih jauh Wani memaparkan, kejahatan yang menduduki peringkat pertama selama masa pandemi yakni penipuan online, baik penipuan jual beli online hingga arisan online.


Dalam catatan BCA, tiap bulan terdapat 1.000 kasus di mana nasabah BCA sebagai korbannya.



Hal ini terjadi karena korban tergiur dengan harga produk yang murah hingga testimoni produk yang berlebihan.



Jika hal itu terjadi, nasabah disarankan segera menghubungi contact center maupun kantor cabang bank terkait. 


Dengan begitu, BCA dapat melakukan penundaan transaksi dan melakukan review terhadap rekening tersebut. 


"Kalau uangnya masih ada, uang kita bisa balik. Kalaupun uangnya sudah tidak ada, setidaknya kita membantu yang lainnya agar tidak tertipu dengan kasus ini," ucap Wani.




Post a Comment for "Hati-Hati!! dengan akun media sosial palsu BCA "

Berlangganan via Email