BERITA SLEMAN

Senin, 11 Maret 2019

Ketua Umum PEPES: Kita Harus Semangat Menyongsong Pemerintahan Baru


BERITAJOGJA.NET ■ Pasukan Emak-Emak Pendukung Prabowo-Sandi, atau yang terkenal dengan nama PEPES, kembali membuat gebrakan. Kali ini mengunpulkan emak-emak militan di Kota gudeg Yogyakarta guna bergabung dan aktif dalam wadah Pepes Ok Oce.

Sejumlah program unggulan di Pepes Ok Oce di tawarkan. Dan ratusan emak-emak yang hadir pun antusias mengikuti hingga usai.

"Ibu-ibu harus semangat ya, kita galang terus. Jaringan atau network harus diperkuat. Pokoknya, kita harus semangat menyongsong pemerintahan baru," kata Ketua Umum PEPES, Mak Wulan saat hadir memberi pencerahan pada seminar "Membangun Pola Pikir Pengusaha" yang diselenggarakan Pepes Ok Oce di Pendapa Ndalem Probosutejan, Ngasem, Yogyakarta, pada Minggu (10/03).

Dalam kesempatan itu, Mak Wulan juga menyampaikan cara-cara meningkatkan ekonomi bagi emak-emak dalam menata rumah tangga serta membuka lapangan pekerjaan sesuai dengan program yang digagas oleh Sandiaga Uno.

"Maksudnya adalah mensosialisasikan program-program Prabowo-Sandi karena kita sinkron dengan program mereka yang dibagi ke dalam empat pilar, yaitu ekonomi, kesejahteraan rakyat, budaya dan lingkungan hidup, serta politik. Ini yang salah satunya bisa kami lakukan,” urainya.

Kedepan, kata Wulan, PEPES akan berusaha memberikan kontribusi pada perekonomian rumah tangga yang saat ini lebih terkonsentrasi pada usaha-usaha yang akan disinkronkan terhadap program OK-OCE yang diluncurkan oleh Sandiaga Uno.

Sementara itu, kakak kandung calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno, Indra Cahya Uno pendiri juga penasehat nasional OK OCE, menjelaskan tentang strategi gerakan kewirausahaan OK OCE.

“OK OCE Indonesia bukan lembaga peminjam modal, bukan pemberi izin, bukan yang melakukan usaha, tetapi yang dilakukan membuat kurikulum pelatihan untuk berbagai komunitas, seperti OK OCE ini,” katanya.

Pada bagian lain, Indra Uno juga menepis tentang isu-isu miring yang menyebutkan bahwa OK OCE gagal, OK OCE bangkrut, dan lain sebagainya.

“Mereka sederhananya tidak paham tentang OK OCE sebagai suatu gerakan, kita jalan saja terus nggak usah nanggepin, buang waktu. Yang kita lakukan adalah terus menyebarkan ‘virus’ kewirausahaan," katanya.

Indra Uno mengungkapkan juga bahwa OK OCE Indonesia memiliki jaringan yang luas, termasuk juga OK OCE Prasasti yang hingga saat ini sudah menjangkau banyak kabupaten/kota.

"Jadi bagi yang baru gabung, tinggal meneruskan saja," kata Mas Indra lalu mengenalkan dua pemuda yang mewakili anak milenial. Mereka lebih dulu bergabung dan berhasil membangun jaringan usaha dibawah bimbingan Oke Oce.

Bryan dan rekannya pun berkisah tentang keberhasilannya membangun jaringan usaha, utamanya dikalangan mahasiswa di kota Yogyakarta.

Sependapat dengan Mak Wulan, Mas Indra pun menyakini jika nanti ada peralihan kepemimpinan pada 17 April mendatang, maka sangat mungkin program Ok Oce diadopsi untuk digerakkan di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

 ■ Rasyid 

Sabtu, 02 Maret 2019

Lagi, Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Pada Pukul 20.45 WIB Malam Ini


BERITAJOGJA.NET ■ Telah terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada pukul 20.45 WIB dengan jarak luncur 1350 m ke arah Kali Gendol. Dengan Status Waspada, demikian diciutkan BPPTKG Yogyakarta, melalui akun resminya @BPPTKG, sesaat yang lalu. (02/03).

36 menit yang lalu juga dilaporkan dari PGM Kaliurang yang menunjukkan visual Merapi berkabut, cuaca mendung, dengan suhu udara 23.2 °C, kelembaban 83 %rh, pressure 916.0 hpa, angin tenang.

Dengan semburan malam ini, tercatat rangkuman kejadian awan panas di Gunung Merapi tanggal 02 Maret 2019 sebanyak 9x  guguran awan panas, masing-masing terjadi pada pukul 4:51, 4:54, 5:03, 5:07, 5:10, 5:33, 5:40, 6:05, dan 13.25 WIB. Jarak luncur maksimum 2000 m ke arah Kali Gendol.

Sebelumnya, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegempaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyebut aktivitas Gunung Merapi belum mengkhawatirkan, meski sempat mengeluarkan sembilan kali awan panas guguran pada Sabtu (2/3).

BPPTKG juga belum akan meningkatkan jarak aman untuk aktivitas masyarakat, karena status Gunung Merapi saat ini masih tetap di level II atau Waspada. Sebelumnya, BPPTKG mengimbau kepada warga agar tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Hal itu karena jarak luncur awan panas guguran masih dalam radius aman dan tidak mengancam keselamatan penduduk di pemukiman yang berjarak paling dekat 4,5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

"Jadi awan panas ini masih dalam radius yang kita kita tentukan, masih kurang dari tiga kilometer ya. Tadi terjauhnya dua kilometer," kata Hanik di Kantor BPPTKG, Yogyakarta, Sabtu (2/3).

■ Sri Suciani

Kamis, 28 Februari 2019

Tipu Puluhan Gadis, Pria Asal Malang Diciduk Polisi


BERITAJOGJA.NET ■ Seorang pemuda asal Malang, Jawa Timur diciduk aparat polisi, karena diduga menipu belasan perempuan di Yogyakarta. Kini AW (28) sudah mendekam di sel tahanan Polres Sleman.

Kepada awak media, Kasat Reskrim Polres Sleman Polda DIY AKP Anggaito Hadi Prabowo membenarkan telah menangkap tersangka AW pasca menerima laporan dari para korban.
Tersangka yang sudah beristri ini, kata Anggaito, bahkan menikahi salah satu korban dan menguras harta milik mertuanya.

Modus yang dilakukan tersangka yakni dengan cara rutin menggelar pengajian di wilayah Godean, Sleman sebelum memperdayai para korban. Salah satu korbannya, NN (23) yang dinikahi pada Desember 2018. Setelah pernikahan berlangsung, AW meminta uang kepada mertuanya dengan alasan untuk kenaikan jabatannya.

”Tersangka AW juga karyawan outsourcing di sebuah bank. Dia mengaku jika ingin naik jabatan harus punya rekening dengan nominal tertentu. Keluarga korban tidak curiga dan mentransfer uang hingga ratusan juta rupiah ke tersangka AW,” terang AKP Anggaito, hari ini.

Korban melakukan transfer sebanyak tiga kali. Dua kali di bulan Desember dan satu kali di bulan Januari. Setelah mendapatkan uang ratusan juta rupiah, tersangka AW langsung menghilang. Pihak keluarga korban curiga dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sleman.

Dari korban lain menyebutkan, bahwa aksi AW (28) ini unik, malah berani mengaku seorang ustadz asal Malang. Nyatanya, pengakuan itu hanya siasat belaka guna merayu wanita yang ikut dalam kegiatan pengajian tersebut.

Dari hasil penyelidikan, tersangka AW berhasil ditangkap di wilayah Tangerang, Jawa Barat. Ternyata, aksi AW sudah menipu banyak korban di beberapa daerah.

Menurut Kanit III Tindak Pidana Tertentu Ipda Yunanto Kukuh mengatakan di wilayah Yogya, korban AW ada empat, namun yang melapor baru satu orang. Di Malang Jawa Timur ada dua korban, Tangerang juga ada dua korban hingga di wilayah Jakarta.

”Modus penipuannya sama. Korban diajak pacaran dan dijanjikan dinikahi. Selain menguras uang korban, tersangka juga memalsukan dokumen kelulusan strata 1. Padahal tersangka AW hanya lulusan D3," terangnya.

Ipda Kukuh menambahkan, tersangka cukup licin dalam beraksi. Dia bisa mengelabui banyak korban dalam waktu yang hampir bersamaan. ”Uang dari korban sudah habis. Pengakuan tersangka untuk membangun rumah di Malang. Sejumlah ATM, buku rekening dan kartu identitas milik tersangka sudah disita,” imbuhnya. (KR/W-08) 

Rabu, 27 Februari 2019

Hari Ini Prabowo Kunjungi Yogyakarta, Puluhan Jendral Merapat ke Koalisi Adil Makmur


BERITAJOGJA.NET ■ Tity Piani, Sekretaris Satgas Badan Pemenangan Prabowo sandi DIY Yogyakarta, mengatakan kandidat Capres nomor urut 02 hari ini akan berkunjung ke Yogyakarta.

Kunjungan ini bagian dari safari politik Prabowo guna menyapa warga Jateng dan DIY Yogyakarta.

"Kita pagi ini akan akan menyambut Pak Prabowo, beliau akan rawuh nanti sekitar jam 11.15, mendarat dari helli dan kemungkinan jam 11.30 sudah di Pasific Hall," katanya, Rabu (27/02).

Tity menambahkan, para relawan, para purnawirawan TNI dan Polri, APTSI di Jateng dan DIY sudah konfirmasi akan merapat dan bergabung bersama Prabowo siang ini.

"Kehadiran Pak Prabowo sangat dinanti para relawan, kami semua sudah siap menyongsong perubahan Indonesia menang bersama rakyat," imbuhnya.

Sementara itu, Mantan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo menyatakan seluruh purnawirawan TNI di Jawa Tengah telah bulat mendukung Prabowo di Pilpres 2019. Mantan tentara dengan pangkat Letjen tersebut mengaku sudah berkeliling Jawa Tengah untuk mengetahui dukungan purnawirawan.

“Di Jawa Tengah sepengetahuan saya semua (purnawirawan) mendukung (Prabowo) karena saya sudah kiter-kiter (keliling) Jawa Tengah,” kata Bibit di Grand Pasific, Kabupaten Sleman, DIY, pada Selasa (26/2).

Menurut Bibit, jumlah purnawirawan TNI di Jawa Tengah mencapai 40 ribu orang. Jumlah itu diperkirakan bisa berkali lipat karena istri, anak, dan kerabat purnawirawan itu juga akan mendukung Prabowo.

Dukungan purnawirawan ke Prabowo menurut Bibit bukan tanpa alasan. Ada ikatan emosi mengingat Prabowo juga mantan tentara.

“Dulu berjuang bersama-sama waktu dinas dan sekarang sudah selesai diwadahi korps purnawirawan,” kata dia.

Dukungan purnawirawan juga dianggap penting. Meski sudah pensiun purnawirawan juga harus tetap dipertahankan dan dipelihara. Kesetiaan purnawirawan kepada negara juga tidak perlu dipertanyakan lagi.

“Walaupun sudah purnawirawan tapi masih melihat mendengar, menyikapi situasi bangsa dan negara dalam kondisi kurang baik atau memprihatinkan maka purnawiran melakukan langkah-langkah tindakan saran masukan kepada tentara aktif,” kata dia.

“Kedua setia kepada korps. Ya korps TNI ya purnawirawan ya Polri. Ketiga setia kepada kawan sahabat. Saudara tahu pilpres 17 April mendatang ada dua calon presiden. Satu Jokowi, dua Prabowo. Dan Prabowo adalah mantan prajurit. Seluruh purnawairan kita harapkan mendukung keberhasilan Prabowo Subianto,” kata Bibit. (R-007/rls)

Minggu, 24 Februari 2019

Jelang Pilpres, Ulama Yogyakarta Gelar Halaqah di Ponpes Sunan Pandanaran


BERITAJOGJA.NET ■ Jelang Pilpres, para ulama di wilayah Yogyakarta menggelar halaqah alim ulama di Ponpes Sunan Pandanaran, pada Sabtu (23/2). Dalam deklarasinya mereka mengajak masyarakat melaksanakan pemilu damai dan meneguhkan ukhuwah Islamiyyah.

Ketua Dewan Pembina Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam Romahurmuziy mengatakan deklarasi yang melibatkan para pengasuh pondok pesantren dan organisasi berbasis Islam tersebut dilakukan karena mereka memiliki basis umat.

"Mereka memiliki forum-forum umat sehingga perlu menentukan pilihan secara cerdas," katanya usai menggelar Halaqoh Alim Ulama Jogjakarta Merawat Ukhuwah Islamiyyah.

Tampak hadir dalam kegiatan ini Sekretaris PCNU Bantul K. Marhadi Fuad dan Ketua PW Ansor DIY Muhammad Syaifudin.

Kepada awak media Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meluruskan pemilih dengan perspektif yang benar berdasarkan fakta. Keterlibatan para alim ulama, memegang posisi penting karena suaranya masih didengar oleh ummat.

Rommy mengaku sangat mengkhawatirkan terkait perkembangan terkini, utamanya jelang Pilpres. 

Sementara itu, Ketua PW Anshor DIY Muhammad Syaifudin mengatakan saat ini hoaks begitu masif disebarkan untuk membuat gaduh Bangsa Indonesia. Anshor DIY satu suara untuk menolak hoaks.

"Anshor DIY jelas tidak ingin informasi hoaks terus berkembang. Untuk itu, kami telah mempersiapkan 100 dai muda untuk turun gunung,” pungkasnya.



Rabu, 13 Februari 2019

Dinas Koperasi UKM DIY Dorong Pelaku Usaha Batik Go Internasional


BERITAJOGJA.NET ■ Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah DIY menggelar sarasehan bertajuk Promosi Produk Batik di Desa Ngentakrejo, Kecamatan Lendah, Selasa (12/2/2019). Produk batik didorong agar bisa bersaing dan memasarkannya menyambut hadirnya New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Kepala Dinas Koperasi UKM DIY Srie Nurkyatsiwi memaparkan Lendah terkenal dengan produk batiknya. Ada beberapa sentra produksi batik di Lendah, di antaranya Desa Ngentakrejo, Gulurejo dan Sidorejo.

“Harapannya bisa mudah dikenal, tidak hanya lokal tetapi juga Nasional. Semoga saja bisa sampai internasional,” ungkapnya, Selasa.

Dengan akan beroperasinya NYIA, bisa menjadi peluang bagi pelaku UMKM seperti perajin batik di Ngentakrejo. Dinas akan mendorong agar perajin batik bisa mempersiapkan produk dengan baik agar bisa diterima di pasar.

Perajin jangan sampai tinggal diam tetapi bebenah dengan meningkatkan mutu desain sampai pemasarannya. Dinas Koperasi dan UMKM DIY akan memberikan dukungan, salah satunya dari segi peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan.


Selasa, 12 Februari 2019

BNPB: Lubang Misterius di Sungai Sleman Sudah Tertangani


BERITAJOGJA.NET ■ Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan lubang misterius yang muncul di sungai Sleman, Yogyakarta sudah tertangani.

"Sudah tertangani. Air yang masuk ke dalam tanah di saluran irigasi/sungai disebabkan adanya kebocoran di cekdam tua di Sleman. Bukan karena sinkhole karena bukan daerah karts. Adanya lubang bocor di sisi cekdam menyebabkan aliran lewat lubang tersebut," katanya melalui akun Twitternya, @Sutopo_PN, yang dikutip pagi ini. (12/02).

Lubang misterius ini sebelumnya sempat viral, karena air sungai biasanya mengalir horizontal ke tempat yang lebih rendah. Ini mengalir vertikal dan masuk ke dalam tanah. Ini terjadi di Desa Babadan, Kulon Pasar Giri Rejo Selomartani Sleman. Kemungkinan adanya lubang bawah tanah di sisi bendungan menyebabkan air masuk ke lubang itu.

Aliran air di sungai pada umumnya mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah sesuai dengan bentuk sungainya. Namun di Babadan, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ada aliran sungai yang dianggap tak lazim.

Aliran air yang dianggap aneh itu pun terekam kamera dan videonya menjadi viral di media sosial. Berdasarkan video yang diunggah Sutopo, tampak aliran air tak mengikuti bentuk tubuh sungai. Aliran air itu justru tampak menghujam ke bawah seakan-akan ada ruangan di bawah sungai.

Menurut Sutopo, aliran air di salah satu sungai di Sleman yang viral itu memang aneh. "Air sungai biasanya mengalir horizontal ke tempat yang lebih rendah. Ini mengalir vertikal dan masuk ke dalam tanah," tulis pria 49 tahun tersebut.

Sutopo menduga ada lubang bawah tanah yang menyebabkan air mengujam ke bawah. "Kemungkinan adanya lubang bawah tanah di sisi bendungan menyebabkan air masuk ke lubang itu," pungkasnya.

■ Sri Suciani 


Jumat, 08 Februari 2019

Merapi Kembali Semburkan Awan Panas Sejauh 2 Km


BERITAJOGJA.NET ■ Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas, Kamis (7/2/2019) petang. Luncuran awan panas tersebut teramati pukul 18.28 WIB dan menimbulkan hujan abu tipis di beberapa tempat.

Meski demikian, warga diimbau tidak panik dan tetap waspada. Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja Hanik Humaida mengatakan berdasarkan data seismik jarak luncur awan panas sekitar 2 km ke arah hulu Kali Gendol dengan amplitudo 70 dan durasi 215 detik.

Ini merupakan luncuran awan panas kali kedua setelah sebelumnya terjadi sebanyak tiga kali pada Selasa (29/1/2019) lalu. "Benar ada awan panas. Ada potensi hujan abu. Warga diharap tetap tenang dan selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik," katanya kepada Harian Jogja, Kamis.

Seperti dirilis Harian Jogja, jarak luncur awan panas sejauh 2 km itu merupakan yang terpanjang dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, jarak luncur awan panas itu masih di bawah jarak aman yang direkomendasikan oleh BPPTKG sejauh 3 km.

Adapun jarak luncuran awan panas pada 29 Januari 2019 lalu terjadi tiga kali. Masing-masing memiliki jarak luncur 1.400 meter dengan durasi 141 detik, 1.350 meter dan durasi 135 detik, dan 1.100 meter dengan durasi 111 detik.

Sebelumnya, Kepala Seksi Gunung Merapu BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan ada tidaknya luncuran awan panas tergantung proses dan faktor pemicunya. Peningkatan laju eksrusi magma disertai gas memungkinkan munculnya kembali awan panas. "Awan panas ini terjadi kalau eksrusi magma tinggi, kandungan gasnya tinggi," katanya.

Berdasarkan data BPPTKG, sebelum terjadi luncuran awan panas, kondisi di sekitar Gunung Merapi pada Kamis petang diselimuti cuaca mendung dan berkabut. Suhu udara di sekitar lokasi antara 19,4 hingga 22,6 derajat Celcius, dengan tingkat kelembaban udara antara 86-78%rh dengan pressure 871,9-917,4 hpa.

Meski begitu, kondisi angin di sekitar Merapi cukup tenang. Di sekitar lokasi selama satu jam sebelum keluar awan panas, hujan sempat turun dengan skala 40 mm. Adapun guguran yang terjadi sejak siang hingga sore hari tercatat sebanyak 32 kali dengan durasi antara 12-157 detik.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementrian ESDM Kasbani saat berkunjung ke Kantor BPPTKG Jogja pada Rabu (6/2) lusa mengatakan jika aktivitas Merapi saat ini mengalami fase erupsi kecil. Hal itu menyebabkan kondisi kubah saat ini masih stabil meskipun beberapa kali terjadi guguran lava.

"Awan panas yang muncul skalanya masih kecil. Ini karena pertumbuhan kubah juga relatif rendah," katanya di Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja, Rabu (6/2/2019).

© Copyright 2017 BERITAJOGJA.NET | All Right Reserved